Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Sunday, March 30, 2014

Penyebaran Islam di Indonesia - Materi Sejarah

A.  Proses Awal Penyebaran Islam di Indonesia
Proses  masuk  dan  tersosialisasinya  Islam  di  Nusantara  berlangsung  dengan  cara-cara
damai.  Namun  sebelumnya  kita  bahas  terlebih  dahulu  tentang  teori  masuknya  agama
Islam di Indonesia.


1.  Teori Masuknya Agama Islam di Indonesia

a.  Hoesein Djajadiningrat
Islam  masuk  ke  Nusantara  melalui  Iran  (Persia).  Buktinya  adalah  ejaan  dalam
tulisan Arab. Selain itu, pemakaian gelar ‘syah’ yang biasa dipakai di Persia, juga
pernah dipergunakan oleh Raja Malaka pada abad ke-15.

b.  Soetjipto Wirjosoeparto
Islam masuk ke Nusantara melalui Gujarat, India. Hal itu dibuktikan dengan salah
satu makam Raja Islam di Samudera Pasai, Aceh Utara yang nisannya terbuat dari
marmer buatan Gujarat.

c.  Snouck Hurgronye dan Moquette dari Belanda
Islam masuk ke Nusantara melalui Gujarat, India. Teori
ini  didasarkan  pada  kenyataan  bahwa  berbagai  batu
nisan  di  berbagai  tempat  di  Nusantara,  termasuk
makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik, mempunyai
bentuk  yang  sama  dengan  batu  nisan  di  Cambay,
Gujarat, India.

d.  Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
Islam masuk ke Nusantara melalui Mesir dan Mekkah. Teorinya
didasarkan pada sebagian besar rakyat Indonesia memeluk Islam
bermadzhab Syafi’i,  seperti  yang banyak dianut oleh penduduk
Mesir.  Selain  itu,  gelar  yang  dipakai  oleh  raja-raja  Samudra
Pasai adalah gelar raja-raja Mesir, yaitu al Malik.

e.  Alwi Shihab
Islam  pertama  kali  masuk  ke  Nusantara  pada  abad
pertama Hijriah  (abad  ke-7 M)  dibawa  oleh  pedagang–
pedagang  sufi–Muslim Arab  yang memasuki Cina  lewat
jalur–jalur bagian Barat. Kesimpulan itu didasarkan pada
berita Cina dari periode Dinasti Tang  yang menyatakan
adanya permukiman sufi Arab di Cina yang penduduknya
diizinkan  oleh  penguasa  untuk  sepenuhnya  menikmati
kebebasan beragama.

2.  Bukti-bukti Awal Masuknya Islam ke Indonesia
Bukti-bukti yang menunjukan masuknya Islam ke Indonesia dianataranya, yaitu :

a)  Berita Cina dari Dinasti Tang 
yang menyebutkan adanya rencana serangan orang-orang Ta Shih pada  tahun 674 M
terhadap Kerajaan Holing (Kalingga) yang diperintah oleh Ratu Sima.

b)  Berita Arab 
yang  menyatakan  bahwa  pedagang  Arab  yang  beragama
Islam  telah mengadakan  kegiatan  perdagangan  di Sriwijaya,
termasuk Selat Malaka, sekitar abad ke-8 M.

c)  Ditemukannya batu tulis dalam bahasa Arab di Leran dekat Gresik
yang  memuat  keterangan  tentang  meninggalnya  seorang
perempuan  bernama  Fatimah  binti  Maimun  dengan  angka
tahun 1082 M.

d)  Berita dari Marco Polo
yaitu  seorang musafir dari Venesia  (Italia).
Dalam  perjalanan  dari  Cina  ke  Persia,  ia
singgah  di  Peureula  (Perlak),  Aceh  pada  tahun  1292.  Di  Aceh,
Marco  Polo  menjumpai  penduduk  yang  beragama  Islam  dan
banyak  pedagang  dari  Gujarat  (India)  yang  giat  menyebarkan
Islam.

e)  Adanya makam Sultan Malik Al Saleh (tahun 1297)
Yaitu seorang Raja dari Kerajaan Samudra Pasai.

f)  Berita dari Ibnu Batutah (1345-1346)
seorang utusan Sultan Delhi (India) ke Cina,
yang  menyatakan  bahwa  di  Sumatra
terdapat kerajaan Islam.

g)  Kompleks makam Islam Tralaya di Trowulan. 
Pada  nisan  makam-makam  itu  memuat  angka  tahun  dari
tahun 1369 sampai 1611.

h)  Berita dari Ma Huan, 
Yaitu  seorang  musafir  Cina  yang  beragama  Islam,
mengatakan bahwa sekitar tahun 1416 telah ada pedagang–
pedagang Islam yang tinggal di pantai Utara Pulau Jawa.

i)  Adanya makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik 
yang merupakan makam seorang saudagar Islam yang
mengadakan kegiatan penyiaran Islam di Pulau Jawa.

Berdasarkan sumber-sumber di atas, dapat disimpulkan bahwa agama Islam sudah masuk
ke Indonesia pada abad ke-7 M. Namun, agama Islam mulai menyebar sekitar abad ke-13
yang ditandai dengan berdirinya Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam yang pertama.

1.  Penyebar Agama Islam di Indonesia
Golongan penyebar agama Islam ke Indonesia adalah sebagai berikut :
a.  Pedagang dari Arab
b.  Golongan mubalig atau guru agama Islam.
c.  Golongan sufi (ahli tasawuf)
d.  Para wali yang terkenal adalah Wali Songo (Wali Sembilan), terdiri dari berikut ini:
1)  Sunan Maulana Malik Ibrahim    
2)   Sunan Ampel
3) Sunan Bonang     
4)  Sunan Drajat                                                    
5)  Sunan Giri                                        
6)  Sunan kalijaga
7)  Sunan Kudus                                   
8)  Sunan Muria 
9)  Sunan Gunung  Jati
2.  Proses Penyebaran Islam
a.  Perkawinan
Pedagang  itu menikah dengan wanita penduduk  setempat,  terutama putri  raja  atau
bangsawan. Karena pernikahan  itulah banyak keluarga  raja atau bangsawan masuk
Islam.
b.  Pendidikan
Para  ulama  atau  mubaliq  mendirikan  pondok  pesantren  di  beberapa  tempat  di
Nusantara.  Di  situlah  para  santri  dari  berbagai  daerah  dan  berbagai  kalangan
masyarakat menerima pendidikan agama Islam.
c.  Dakwah di kalangan Masyarakat yang dilakukan oleh Wali
Wali adalah  sebutan dari orang – orang yang  sudah mencapai  tingkat pengetahuan
dan  penghayatan  agama  Islam  yang  sangat  dalam  dan  sanggup  berjuang  untuk
kepentingan agama.
d.  Kesenian
Penyebaran agama Islam dengan menggunakan sarana kesenian disesuaikan dengan
keadaan di Indonesia karena waktu itu kebudayaan Hindu – Budha dan kepercayaan
asli masih berakar kuat.
e.  Ajaran Tasawuf
Tasawuf  sering  dihubungkan  dengan  pengertian  suluk
(perjalanan)  sebab  kaum  sufi memiliki  kebiasaan mengembara.
Tasawuf di Indonesia mulai tampak pada sekitar abad ke-16 dan 17.  Tokoh  –  tokoh  tasawuf  yang  terkenal  antara  lain Hamzah Fansuri, Syamsuddin al Samatrani, Nuruddin al raniri, dan Abdul
al-rauf Sinkel.

B.  Interaksi Masyarakat di Berbagai Daerah dengan Tradisi Islam

1.  Perkembangan Penyebaran Islam di Berbagai Daerah
a.  Sumatra
Kedatangan orang-orang Islam di Asia Tenggara, khususnya Selat Malaka sekitar
abad  ke-7  hingga  abad  ke-10,  pada  awalnya mungkin  belum  terasa  dampaknya
bagi  kerajaan–kerajaan  Hindu–Buddha  di  sekitar  kawasan  tersebut.  Dalam
perkembangannya,  seiring  dengan  kemunduran  Kerajaan  Sriwijaya,  pedagang–
pedagang  Islam  yang  mungkin  pula  disertai  oleh  mubalig-mubalignya,  lebih
berkesempatan untuk mendapat keuntungan dagang dan politik.
b.  Jawa
Pada  tahap  pertama,  masuknya  Islam  di  pesisir  utara  Jawa,  mungkin  belum
dirasakan  tapi sejak Demak berdiri sebagai kerajaan dengan Raden Patah sebagai
rajanya,  daerah  pesisir  utara  Jawa Barat  seperti  Cirebon,  telah  berada  di  bawah
pengaruhnya.
c.  Maluku
Kedatangan  Islam  ke  Maluku  bertalian  erat  dengan  jalan  perdagangan  yang
terbentang antara pusat lalu lintas internasional di Malaka, Jawa, dan Maluku.
d.  Kalimantan
Situasi  politik  di  daerah  Kalimantan  Selatan  menjelang  masa  kedatangan  Islam
dapat diketahui dari Hikayat Banjar.
e.  Sulawesi
Di daerah Sulawesi Selatan proses penyebaran Islam pada tahap-tahap permulaan
berjalan dengan damai. 

2.  Pertumbuhan Kota dan Terbentuknya Jaringan Ekonomi Serta Intelektual
a.  Pertumbuhan Kota serta Jaringan Ekonomi
Pada masa permulaan berdirinya kerajaan  Islam, baik di  Jawa, Kalimantan,
Sulawesi, maupun Maluku, daerah pesisirlah yang menjadi pusat kekuasaan Islam.
Seiring dengan mulai menyebar-nya  Islam di  Indonesia, mulai bermunculan pula
kota-kota yang umumnya berlokasi di pesisir-pesisir dan di muara  sungai-sungai
besar, misalnya Samudra Pasai, Aceh, Demak, Banten, Ternate, Gowa-Makassar,
dan Banjarmasin. Pelayaran dan perdagangan yang terbentang antara Selat Malaka
melalui pesisir  Jawa Utara  sampai Maluku  sebagian  besar  berada di  tangan para
pedagang Islam.
Semakin majunya perdagangan di Nusantara mendorong munculnya pusat-
pusat perdagangan di  sepanjang  jalur perdagangan  sehingga menumbuhkan kota-
kota bercorak muslim di pesisir utara dan timur Sumatra, di Selat Malaka, bahkan
sampai Ternate di Maluku.
b.  Pembentukan Jaringan Intelektual dalam Masyarakat
Berkembangnya  dunia  pemikiran  Islam  di  Indonesia  ternyata  berpindah-
pindah.  Gejala  perpindahan  pusat-pusat  intelektual  Islam  sebenarnya  sudah
dimulai  sejak  abad ke-15, ketika  terjadi  lalu  lintas para ulama ke  tempat–tempat
kekuasaan yang sedang berkembang.
Sejak  hubungan  antara  Indonesia dan Mekkah  sudah  berjalan  baik, mereka
yang  telah  menjdi  haji  maupun  yang  lama  bermukim  di  Mekkah  akan
menyebarkan ajaran–ajaran yang diterimanya dari sykeh-syekhnya setelah kembali
ke Nusantara.              

3.  Perkembangan Pendidikan, Kesenian, dan Kesusasteraan
a.  Perkembangan Pendidikan
Proses  penyebaran  Islam  makin  intensif  ketika  lembaga  pesantren  muncul
sebagai pusat pendidikan Islam.
Campuran  antara  dua  aspek  penting  dalam  ajaran  Islam,  yaitu  pendidikan
dan dakwah,  tampaknya menjadi  hal penting dalam pelaksanaan pengajaran dan
pembelajaran di lingkungan pesantren. 

Pondok pesantren adalah tempat pemondokan bagi para pemuda yang mengikuti pelajaran
agama  Islam.  Pondok  biasanya  sangat  sederhana.  Pondok  didirikan  oleh  guru  agama,
kadang–kadang oleh masyarakat desa secara gotong royong.

b.  Perkembangan Kesenian
Adanya  larangan  agama  Islam  untuk  menggambar  makhluk  hidup  dan
memperlihatkan sesuatu kemewahan. Maka beberapa cabang kesenian pada zaman
Islam  sedikit  mengalami  pengkebirian.  Namun,  ada  beberapa  cabang  kesenian
yang masih dapat berkembang, diantaranya adalah sebagai berikut :

1)  Seni Bangun
Kehadiran  Islam  telah  mendorong  lahirnya  ciptaan–ciptaan
baru dalam  seni bangun  yang disesuaikan dengan kebutuhan
masyarakat  pada waktu  itu,  misalnya  bangunan  masjid  dan
makam.

2)  Seni ukir
Seni  ukir  hias  itu  antara  lain  berupa  daun-daunan,
bunga–bungaan  (teratai),  bukit-bukit  karang,  dan
pemandangan.

3)  Kaligrafi
Kaligrafi  adalah  seni  menulis  indah  dengan  merangkaikan
huruf-huruf  Arab  atau  ayat  suci  Alquran  sesuai  dengan
bentuk yang diinginkan.

4)  Seni Tari
Di  beberapa daerah di  Indonesia  terdapat bentuk-bentuk
tarian yang berkaitan dengan bacaan  shalawat. Misalnya
pada permainan debus di Banten.

5)  Seni Pertunjukan
Berupa  pagelaran wayang  kulit  yang  merupakan  perpaduan
kebudayaan  Jawa  dengan  unsur  ke-Islaman.  Wayang
merupakan  tuntunan  karena  sarat  dengan  pesan-pesan moral
yang menjadi filsafat hidup orang Jawa.

c.  Perkembangan Kesusastraan
  Hikayat
Hikayat  adalah  cerita  atau  dongeng  yang  biasanya  penuh  dengan  keajaiban
dan keanehan.
  Babad
Babad  adalah  dongeng  yang  sengaja  dibuat  sebagai
cerita sejarah.
  Suluk
Suluk adalah kitab–kitab yang menguraikan soal tasawuf.
  Kitab Primbon 
Primbon  menerangkan  tentang  kegaiban,  berisi  ramalan-ramalan  dan
penentuan hari baik atau buruk, serta pemberian makna pada suatu kejadian.

C.  Perkembangan Kerajaan–Kerajaan Islam di Indonesia
1.  Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan  Samudra  Pasai  merupakan  kerajaan  Islam  yang  pertama  di  Indonesia.
Kerajaan ini terletak di Pantai Utara Aceh.
a.  Sumber Sejarah
Sumber–sumber  sejarah  yang  dapat  dipakai  untuk mempelajari  sejarah Samudra
Pasai adalah sebagai berikut :
1)  Inskripsi (tulisan) pada nisan makam Sultan Malik Al Saleh.
2)  Berita – berita asing dari MarcoPolo dan Ibnu Battutah.
3)  Kronik Raja Pasai.
b.  Politik
Kerajaan Samudra Pasai dibangun oleh Marah Silu atau Merah Selu yang berhasil
mempersatukan  Samudra  dan  Pasai.  Samudra  Pasai  berkembang  dengan  cepat
menjadi pusat perdagangan dan pusat studi Islam yang ramai.

2.  Kerajaan Aceh
Aceh semula daerah taklukan Kerajaan Pendir.
a.  Politik
Sultan  pertama  yang  memerintah  dan  sekaligus  sebagai  pendiri  Kerajaan  Aceh
adalah  Sultan  Ali  Mughayat  Syah  (1514-1528).  Bandar  Aceh  dibuka  menjadi
Bandar  Internasional  dengan  jaminan  pengamanan  gangguan  laut  dari  kapal
perang Portugis.
Dalam  perkembanganya  Kerajaan  Aceh  mengalami  kemunduran.  Faktor-faktor
yang menyebabkan kemunduran Kerajaan Aceh antara lain :
1)  Kekalahan  Aceh  melawan  Portugis  di  Malaka  dalam  perang  tahun  1629
membawa korban jiwa dan harta benda serta kapal-kapal yang cukup besar.
2)  Tidak  adanya  tokoh  yang  cakap  memerintah  sepeninggal  Sultan  Iskandar
Muda.
3)  Daerah–daerah  taklukan yang  jauh dari pemerintah pusat mulai melepaskan
diri dari pengaruh Aceh, seperti  : Johor, Perlak, Pahang, Minangkabau, dan
Siak.
b.  Sosial Budaya
Pada zaman  itu muncul Hamzah Fansuri, seorang ulama besar yang mengajarkan
ilmu  tasawuf  dan  pengarang  buku  tentang  filsafat  agama  Islam  dan  syiar
keagamaan.

3.  Kerajaan Demak
Kerajaan Demak mulai berdiri sekitar tahun 1478. Wilayah kekuasaan Demak
cukup  luas,  yaitu  meliputi  daerah  sepanjang  pantai  utara  Pulau  Jawa,  sedangkan
daerah  pengaruhnya  sampai  ke  Palembang,  Jambi,  Banjar  dan  Maluku.  Faletehan
adalah seorang guru besar Agama Islam dari Pasai dan seorang panglima militer yang
cakap. Secara singkat inilah profil Kerajaan Demak :
  Kerajaan yang tertua di pulau Jawa adalah demak
  Berdiri pada tahun 1483 M (Abad ke–15 M), yang ditandai dengan pemindahan
pusaka–pusaka keraton Majapahit ke Demak
  Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah.
  Terletak di daerah Bergota dan Jepara (sekarang Jawa Tengah)

Monday, March 24, 2014

Pemberontakan Pasca Proklamasi Kemerdekaan

Dalam perjalanannya sebagai negara merdeka, Indonesia tidak lepas dari berbagai macam pemberontakan-pemberontakan yang diakibatkan oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan ataupun perbedaan dalam menentukan dasar - dasar negara. Perbedaan - perbedaan tersebut sebenarnya bisa diselesaikan apabila kepentingan-kepentingan pribadi tidak menjadi hal yang utama, ataupun perbedaan-perbedaan tersebut sebetulnya banyak ditunggangi oleh pihak ketiga, dalam hal ini pemerintah kolonial Belanda masih berperan banyak dengan tujuan Indonesia bisa kembali dikuasai oleh mereka.


Pemberontakan-pemberontakan tersebut diantaranya : 
Pendirian Negara Islam Indonesia ( NII ) oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada 7 Agustus 1949. NII atau juga dikenal sebagai Darul Islam yang artinya Rumah Islam diproklamasikan di Cisampah, Ciawiligar Tasikmalaya dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai negara teokrasi dengah Islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya dikatakan bahwa " Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam ". 

 

Lebih jelas lagi dalam Undang - Undangnya dinyatakan bahwa Negara Berdasarkan Islam dan Hukum yang tertinggi adalah Al Qur'an dan Hadits. Proklamasi Negara Islam Indonesia menyatakan kewajiban negara untuk memproduksi Undang-undang yang berlandasan syari'at Islam dan penolakan keras terhadap ideologi selain Al Qur'an dan Hadits Shahih yang mereka sebut " Hukum Kafir " sesuai dalam Qur'an Surah 5 Al-Maidah, ayat 145. NII atau DI dalam perkembangannya menyebar kebeberapa wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Aceh. Setelah SM Kartosoewirjo ditangkap dan dieksekusi oleh TNI pada tahun 1962, gerakan ini terpecah namun tetap eksis secara diam-diam dan dianggap sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia.

Pemberontakan PRRI/Permesta, pada tahun 1958. Penyebabnya adalah adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah dalam pembangunan daerah. Tidak meratanya pembangunan serta semakin melebarnya gerakan komunisme menjadi dasar bagi pemerintah daerah di Sumatera dan Sulawesi Utara untuk mendirikan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia/ Perjuangan Rakyat Semesta atau lebih dikenal sebagai PRRI/Permesta. Di Sumatera, para pemimpin PRRI seperti Dr. Syafruddin Prawiranegara, Dahlan Djambek, Soemitro Djojohadikoesoemo dll, melakukan pemberontakan sebagai koreksi atas kebijakan pemerintah pusat. Sementara di Sulawesi Utara, Permesta melakukan pemberontakan dengan ditunggangi kepentingan negara asing, dalam hal ini adalah Amerika Serikat, terbukti dengan ditembak jatuh pesawat AS yang dipiloti oleh penerbang Amerika bernama Pope.

Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil di Bandung pada tahun 1950 atau tepatnya 23 Januari 1950.

Pemberontakan Andi Azis di Makassar, 5 April 1950. Pemberontakan ini bermula saat Dr. Soumoukil bersikeras untuk mendirikan atau mempertahanlan Negara Indonesia Timur. Pemerintah kemudian mengirimkan Batalyon Worang untuk menumpas gerakan tersebut, rupanya kedatangan batayon Worang tersebut membuat Dr. Soumoukil khawatir dan menghasut Kapten Andi Azis untuk melakukan pemberontakan. Pemberontakan tersebut meletus pada 5 April 1950 di Sulawesi Selatan dengan dipimpin oleh Kapten Andi Azis, yang merupakan mantan tentara Koninklijk Nederlands Indisch Leger ( KNIL ). Kapten Andi Azis bersama pasukannya menyerang pasukan Angkatan Perang Republik Indonesia serikat ( APRIS ) dan menawan Pejabat Panglima Tentara Territorium Indonesia Timur, Letnan Kolonel Mokoginta beserta staffnya, sehingga kota Makassar bisa mereka kuasai. Untuk menguasai keadaan ini, pemerintah pusat pada tanggal 7 April 1950 mengirimkan pasukan TNI dibawah pimpinan Kolonel Alex Kawilarang dan mengultimatum Andi Azis agar segera menyerah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, tapi Andi Azis menolak sehingga terjadi beberapa kali pertempuran. Pada tanggal 8 Agustus 1950 alhirnya ditandatangani persetujuan gencatan senjata antara kedua belah pihak, sehingga kota Makassar bisa dikuasai kembali dan pada 8 April 1953, Andi Azis dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun potong masa tahanan.

Pemberontakan Republik Maluku Selatan ( RMS ) di Maluku, pada 25 April 1950 di Ambon dengan tokoh pemberontak adalah Mr. Dr. Soumoukil. Pada tanggal tersebut di Ambon diproklamasikan berdirinya Republik Indonesia Maluku Selatan/ RMS dan menyatakan diri lepas dari Republik Indonesia Serikat oleh Dr. Soumoukil, bekas Menteri Kehakiman Negara Indonesia Timur. Untuk mengatasi pemberontakam tersebut, Kolonel Kawilarang menyerang hingga ke Kepulauan Buru yang dikuasai pemberontak hingga ke Pulau Seram bagian Utara. Serangan terhadap Pulau Ambon sendiri dilaksanakan pada 28 September 1950, dan dalam pertempuran tersebut benteng Victoria dapat direbut pasukan TNI pada 6 November 1950, sehingga pemberontakan RMS bisa digagalkan.

Pemberontakan G 30 S/ PKI. Inilah pemberontakan yang sangat kejam dimana 7 orang Jenderal tewas dibunuh anggota PKI, mayat mereka dibuang ke sebuah sumur kecil di daerah Lubang Buaya. Peristiwa pemberontakan ini sudah sangat dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia, rasa-rasanya tidak perlu lagi saya ulas. 

Demikianlah memang untuk menjadi sebuah negara besar berbagai macam halangan dan rintangan selalu ada, sebagai sebuah negara besar Indonesia memang patut untuk tidak melupakan sejarah, bukan untuk kembali mundur tapi untuk introspeksi agar peristiwa - peristiwa pemberontakan tidak kembali muncul.

Saturday, March 22, 2014

Sejarah Islam di Indonesia - Materi Sejarah

Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.


Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

Monday, May 16, 2011

JAMAN PRASEJARAH

Pengertian Sejarah

Sejarah merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Masa lalu itu memiliki pengertian yang luas, bisa berarti jutaan tahun yang lalu, setahun yang lalu, seminggu yang lalu, atau bahkan sedetik yang lalu. Kajian sejarah sangat luas, meliputi pengkajian peristiwa-peristiwa yang terjadi jutaan tahun lalu sampai peristiwa-peristiwa yang aktual.

Secara garis besar peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam sejarah berupa :
a) Peristiwa-peristiwa tertentu yang berdampak bagi masyarakat luas.
Perang Dunia I dan Perang Dunia II merupakan peristiwa besar yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat dunia. Pasca Perang Dunia II, banyak negara-negara di Asia dan Afrika yang menyatakan kemerdekaannya. Indonesia merupakan salah satu negara yang menyatakan kemerdekaannya setelah Perang Dunia II usai.
b) Peristiwa yang menjadi tonggak sejarah dunia.
Peristiwa yang menjadi tonggak sejarah dunia bisa dalam bentuk politik, sosial,ekonomi, dan perkembangan intelektual. Revolusi Industri merupakan peristiwa penting dan berdampak bagi pembangunan masa depan.
c) Penemuan-penemuan penting.
Sejarah berupaya mengungkapkan kehidupan masa lalu menusia. Penemuan artefak telah memudahkan dalam menafsirkan bagaimana masyarakat masa lalu menjalani kehidupannya.
d) Kepribadian orang-orang yang berpengaruh.
Sejarah bercerita tentang orang-orang yang secara historis terkenal akan kebaikannya maupun keburukannya. Kepribadian orang-orang tersebut menjadikan bahan pelajaran bagi masyarakat kini dan masa akan datang.

Benda-benda peninggalan sejarah dapat berupa :
1. Fosil, yaitu benda peninggalan sejarah yang berupa tulang-belulang makhluk hidup purbakala.
2. Artefak, yaitu benda peninggalan sejarah yang berupa alat-alat kelengkapan hidup manusia purbakala.
3. Prasasti, yaitu benda peninggalan sejarah yang berupa tulisan-tulisan atau simbol-simbol tertentu dari manusia purbakala.

Setiap bangsa di dunia ini mempunyai sejarahnya masing-masing. Untuk mengetahui gambaran masa lalu manusia maka peninggalan-peninggalan sejarah menjadi penting. Peninggalan-peninggalan sejarah membantu mengungkapkan masa lalu. Pengetahuan sejarah disusun berdasarkan sejumlah peninggalan peristiwa sejarah. Peninggalan itu disebut sumber sejarah.

Terdapat 3 macam sumber sejarah, yaitu :
1. Sumber Lisan, yaitu keterangan langsung dari para pelaku atau saksi dari peristiwa sejarah.
2. Sumber Tulisan, yaitu keterangan tertulis mengenai suatu peristiwa sejarah, seperti prasasti, piagam, dokumen, babad, tambo, naskah, surat kabar, laporan dan lain-lain.
3. Sumber benda, yaitu keterangan yang diperoleh dari kajian benda-benda peninggalan sejarah masa lampau, seperti alat-alat dari batu, senjata, patung, perhiasan, candi, gedung, dan sebagainya.

Tingkat peradaban manusia terbagi menjadi dua babak yakni zaman prasejarah dan zaman sejarah. Zaman prasejarah (pra berarti sebelum) mendahului zaman sejarah. Peninggalannya tidak ada yang berbentuk tulisan. Sumber utama zaman prasejarah adalah sumber benda. Penelitian tentang kehidupan zaman prasejarah hanya melalui sumber-sumber benda tersebut.

Peristiwa yang menandai berakhirnya zaman prasejarah dan mulainya zaman sejarah adalah keterangan dalam bentuk tulisan. Msyarakat sudah mengenal tulisan dan mencatat segala kejadian dan peristiwa dalam bentuk tulisan. Sumber-sumber sejarahnya sangat beragam dari sumber benda sampai sumber lisan.

Zaman prasejarah tidak meninggalkan bukti tertulis. Zaman itu hanya meninggalkan benda-benda hasil kebudayaan manusia. Umur peninggalan budaya itu dapat diketahui dengan cara :
1. Tipologi, yaitu cara penentuan umur benda peninggalan berdasarkan bentuknya. Makin sederhana bentuk benda peninggalan itu, makin tua usia benda itu.
2. Stratigrafi, yaitu cara menentukan umur benda peninggalan berdasarkan lapisan tanah tempat benda itu ditemukan. Lapisan tanah paling atas adalah lapisan paling muda, sedangkan lapisan paling bawah adalah lapisan paling tua.
3. Kimiawi, yaitu cara penentuan umur benda peninggalan berdasarkan unsur-unsur kimia yang dikandung benda itu.

SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI

Sesudah bumi terjadi bersama-sama planet lainnya (4,6 milyar tahun lalu), maka bahan-bahan yang lebih padat menggumpal di dalam intinya, sedangkan keraknya terdiri dari unsur-unsur silisium dan aluminium sesudah itu menyusul lapisan yang agak dalam lagi, dengan unsur utama silisium dan magnesium. Lebih dalam lagi terdapat lapisan yang banyak mengandung unsur persenyawaan logam sulfida. Yang paling dalam adalah inti, yang mengandung besi dan nikel.

Era sejarah pembentukan bumi dapat dibagi empat yaitu : Prakambrium, Palaeozoikum, Mesozoikum, dan Kenozoikum.

1. Prakambrium.

Era prakambrium lebih tua dari zaman kambrium, dimana lapisan-lapisannya selalu terdapat di bawah lapisan-lapisan yang mengandung fosil. Jelasnya, lapisan batuan baru dikatakan pasti berumur prakambrium jika tertutup lapisan yang berfosil kambrium. Era prakambrium terdiri dari masa Proterozoik dan Archea selama 2000 tahun. Organisme bersel tunggal seperti alga hijau biru dan bakteri yang muncul pertama pada masa ini.
Lapisan prakambrium terdiri dari batu-batuan berhablur, baik yang berasal dari pembekuan magma cair, maupun dari peleburan dan penghabluran kembali sedimen-sedimen dan batu-batuan lainnya, yang disebabkan perubahan kimiawi dan fisis pada sedimen-sedimen dan batuan beku.

Pada era prakambrium dapat diketahui pula bahwa di beberapa daerah terdapat iklim yang sangat dingin (endapan terbentuk oleh es darat atau gletser). Sedangkan pada saat lain, iklimnya panas dan lembab (lapisan yang berwarna merah dengan rekah kerut). Tetapi sangat sukar untuk menentukan iklim dari lapisan-lapisan sedimen yang ada. Pada waktu itu permukaan bumi yang ada diatas muka laut merupakan gurun, yang tidak disebabkan karena kekurangan air yang sangat besar (sahara), tetapi karena waktu itu belum terdapat tumbuh-tumbuhan darat. Faktor lain adalah adanya oksigen bebas dalam atmosfer, yang jauh lebih sedikit dari sekarang.

Diketahui pula bahwa pada era prakambrium tidak ditemukan bentuk-bentuk hidup dengan tekstur dan bentuk yang terang/jelas. Tekstur adalah istilah yang dipakai untuk bentuk-bentuk dan arah-arah di dalam batuan, misalnya tekstur butir.

2. Palaeozoikum

1) Kambrium

Pada endapan-endapan yang terbentuk pada zaman kambrium banyak ditemukan fosil, sehingga banyaklah yang dapat diketahui tentang keadaan kehidupan masa itu.
Semua makhluh hidup terbatas pada air laut, terutama jasad-jasad samudera, contohnya archaecyatha dan binatang petunjuk. Archaecyatha peranannya seperti binatang karang sekarang. Jenis ini banyak membentuk endapan-endapan gamping yang tebal. Binatang yang menjadi fosil penunjuk yang terpenting pada zaman kambrium adalah trilobita yaitu sejenis udang-udangan yang berkulit keras.

Dengan menggunakan jejak fosil, maka dapatlah diketahui 3 macam zaman kambrium, yaitu :
1. Fauna Kambrium Bawah.
Masih bersifat kosmopolit, yaitu binatang-binatang masih terdapat di berbagai tempat di dunia (trilobite olenellus).
2. Fauna Kambrium Tengah.
Sudah terbagi menjadi daerah-daerah fauna pasifik disebut sebagai Olenoides dan fauna daerah atlantik disebut sebagai fosil binatang Paradoxides.
3. Fauna Kambrium Atas.
Daerah fauna fasifik bercirikan Diclocephalus yang meliputi wilayah Eropa-Tiongkok-Tibet sampai Spanyol. Daerah fauna atlantik bercirikan Olenus.

2) Silur

Pada zaman Silur, penyebaran fauna lebih luas dibandingkan dengan zaman kambrium. Banyak kelompok binatang baru muncul dalam zaman Silur ini. Diantaranya yang terpenting adalah Vertebrata atau binatang bertulang belakang. Graptalit adalah ciri fosil penunjuk pada zaman Silur dan merupakan kumpulan binatang kecil yang disebut Rabdosoma.

3) Devon.

Zaman ini bercirikan munculnya tumbuh-tumbuhan darat dan binatang amphibia. Di laut dijumpai perkembangan luas kelompok-kelompok binatang avertebrata (tidak bertulang belakang), seperti Amronit. Pada dasarnya Devon terbagi atas tiga masa, yaitu Devon Bawah, Devon Tengah, dan Devon Atas. Pada masa ini benua Asia dan Benua Eropa masih menyatu.

4) Karbon.

Zaman ini ditandai dengan timbulnya sejumlah besar karbon bebas di berbagai bagian dunia. Karbon ini berperan penting menjadi petunjuk keadaan cuaca dan iklim pada masa itu. Pada zaman karbon ini terjadi pembentukan pegunungan. Terjadinya batu bara juga sangat erat hubungannya dengan pengangkatan dan pembentukan pegunungan. Pada masa ini mulai bermunculan serangga-serangga raksasa seperti lebah, lipan dan kalajengking. Serangga-serangga zaman ini adalah karnivora (pemakan daging).

5) Perm

Perm memiliki letak lapisan yang diskor dan berada diatas lapisan karbon yang mengandung batu bara. Ciri lain adalah adanya penyimpangan fauna laut dari 2 karbon fosil pada era Palaeozoikum yang penghabisan.

3. Mesozoikum.

Mesozoikum terdiri dari zaman kapur, Jurrasic, dan Triassic. Zaman kapur berumur kurang lebih 90 juta tahun, Jurassic 145 juta tahun, dan Triassic 190 juta tahun. Ketiga zaman ini disebut tingkat kehidupan pertengahan. Pada zaman ini mulai timbul dan berkembang tumbuh-tumbuhan berdaun lebar, pakis raksasa, reptilia raksasa seperti dinosurus, amphibia, ikan, dan mammalia pertama, tetapi klasifikasi dan penyebaran kehidupan flora dan fauna pada era ini masih terbatas.


4. Kenozoikum.

Kenozoikum disebut juga era Neozoikum, terdiri atas zaman tersier dan kuarter yang merupakan tingkat kehidupan baru.
1) Zaman tersier terbagi menjadi masa eosen berumur 70 juta tahun, oligosen 42 juta tahun, miosen 20 juta tahun, dan pleistosen 16 juta tahun. Pada masa ini berkembang semakin luasnya klasifikasi jenis flora dan fauna.
2) Zaman Kuarter terdiri atas masa diluvium dan masa alluvium. Kedua masa ini kurang lebih 2 juta tahun yang lalu. Zaman kuarter merupakan permulaan era baru dengan munculnya manusia pertama di dunia. Manusia pertama ini menurut Charles Darwin adalah nenek moyang manusia yang berasal dari primata sejenis monyet. Perkembangan flora dan fauna meluas serta sudah berkembang dengan baik.

Skala Waktu Geologi Beserta Kehidupannya

Era Zaman Masa Umur
(juta tahun lalu) Kehidupan
Tumbuh-tumbuhan Kehidupan
Binatang dan Manusia
Kenozoikum Neogen Holosen 0 – 0,01 Kerusakan hutan hujan
Topis oleh karena manu-
Sia menimbulkan kepunahan Masa peradaban
manusia
Kepunahan Mamalia Penting
Pleistosen 0,01 - 2 Keragaman dan penyebaran
Tumbuhan herba (tumbuhan
Perdu ) Munculnya manusia
modern
Pilosen 2 – 6 Tumbuh suburnya tumbuhan herba
Angiospermae (tumbuhan perdu angiospermae) Munculnya hominids
pertama
Milosen 6 - 24 Persebaran padang rumput sebagai perkembagan
Hutan. Mamalia menyerupai kera
Dan penggembalaan mama
Lia yang meningkat; bera
Gamnya insektivora.



Paleogen


Oligoson 24 – 37 Berkembangnya famili yang modern dari tum-
Buhan bunga2an. Mamalia pemakan rumput
Dan munculnya primate
Menyerupai monyet
Eosen 37 – 38 Hutan subtropical dengan curah hujan tinggi,
Tumbuh dengan subur/baik. Terdapatnya semua ordo
Modern mamalia.
Paleosen 58 – 66 Tumbuhan bunga2an menjadi beranekaragam.
Munculnya primata primitif
Herbivora, karnivora, dan
Insektivora.
Mesoozoikum Crestaseus Kepunahan Massa (besar-besaran); sebagian besar Reptil dan Dinosaurus
66 – 144 Penyebaran tumbuhan bunga2an; keberlangsu
Ngan konivera. Munculanya mamalia pla
Sental; munculnya sekelom
Pok insekta.
Jura 144 - 208 Munculnya tumbuhan bunga2an Berkembangnya dinosaurus; munculnya burung.


Trias Kepunahan massa (besar-besaran)
208 - 245 Dominasi hutan konifera dan cycad Munculnya mamalia perta-
Ma; munculnya dinosaurus
Pertama, moluska dan kor
Al (karang) yang mendomi
Nasi laut.
Palaeozoikum Perm Kepunahan massa (besar-besaran)
245 - 286 Beragamnya Gymnospermae Beragamnya reptil; penuru
Nan amphibi
Karbon 286 - 360 Masa berkembangnya pembentukan batu bara
Dalam jumlah besar; paku2an, lumut dan hutan

Beragamnya amphibi; mun
Culnya reptile pertama; per
Tama kalinya radiasi hebat
Terhadap insekta
Devon Kepunahan massa (besar-besaran)
360 - 408 Munculnya tumbuhan berbiji pertama. Beragam
Nya tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji. Beragamnya ikan berahang
Dan mendominasi laut;
Munculnya amphibi perta
Ma dan insekta pertama.
Silur 408 - 438 Munculnya tumbuhan berpembuluh yang tidak
Berbiji. Munculnya ikan berahang
Pertama.
Ordovik Kepunahan massa (besar-besaran)
438 - 510 Berlimpahnya tumbuhan tidak berpembuluh.
Berkembangnya alga laut. Keragaman penyebaran in-
Vertebrata; munculnya
Ikan tidak berahang
(vertebrata pertama)
Kambrium 510 - 543 Munculnya tumbuhan pertama di daratan.
Berkembangnya alga laut Dominasi invertebrata de-
Ngan kerangka.
Prakambrium 600
1.400 – 700
2000
2500
3500
4500 Fosil invertebrata bertubuh halus tertua
Beragamnya dan berkembangnya profist.
Fosil eukariotik tertua.
Akumulasi O2 di atmosfer.
Fosil tertua yang diketahui (prokariotik)
Pembentukan bumi


Beragam Teori Tentang Muncul dan Berkembangnya Manusia

Berikut ini akan dideskripsikan beberapa teori dan pendapat para ilmuwan yang berkaitan dengan asal-usul serta perkembangan manusia.
a. Kalangan Evolusionis
Tokoh-tokoh pemikir Yunani kuno seperti Empodocles, Anaximander, dan Aristoteles berpendpat bahwa baik tumbuhan dan hewan itu mengalami evolusi serta dari tubuh binatang tertentu berevolusi menjadi manusia. Mereka mengatakan bahwa binatang yang satu berasal dari binatang yang lain.
b. Ernest Haeckel (1834-1919)
Ilmuwan biologi dari Jerman ini berpendapat bahwa asal-usul kehidupan yang pertama berasal dari zat putih telur yang liat dan cair. Akibat pengaruh dari luar maka terciptalah bakteri, amuba, binatang berongga, ikan, amphibi, reptil, dan mamalia. Binatang-binatang itu saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pada zaman tersier dari binatang menyusui itu berkembang dan muncullah manusia. Haeckel berkesimpulan, bahwa nenek moyang manusia itu berasal dari bangsa kera atau monyet dalam tingkatan yang teratur.
c. Charles Robert Darwin (1809-1882).
Darwin adalah ilmuwan inggris yang kemudian dikenal sebagai tokoh evolusi itu, memaparkan teorinya menjadi dua kelompok, yaitu :
1) Teori Descendensi atau Turunan.
Dalam bukunya yang berjudul “The Descen of Man (1871)”, Darwin berkata bahwa manusia lebih dekat dengan kera besar di Afrika (gorilla dan simpanse). Teori lainnya menyebutkan bahwa makhluk yang lebih tinggi itu berasal dari makhluk yang lebih rendah. Akhirnya, semua makhluk hidup bisa dikembalikan kepada beberapa bentuk asal.
2) Teori Natural Selection atau Seleksi Alam.
Teori ini mencoba memberi keterangan tentang terjadinya tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang menyesuaikan diri kepada alam sekitarnya. Darwinisme adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa semua barang-barang yang hidup dapat maju berlahan-lahan naik ke atas. Keyakinan Darwin bahwa manusia itu berasal dari hewan, telah memicu perdebatan antar ilmuwan dan kontroversi bahkan hingga kini. Dalam kerangka teori Darwin itu pulalah, berbagai penemuan fosil manusia purba yang ada di Indonesia senantiasa dikaitkan.
d. J.H. Wieringen
Ilmuwan ini menguraikan asal-usul manusia berdasarkan peninggalan-peninggalan manusia yang ditemukan di lapisan bumi. Misalnya tahun 1856 ditemukan fosil di lembah Neander, Erbefeld, Jerman Barat, yang kemudian disebut Homoneandertalensis. Ciri-ciri fosil itu, antara lain : tulang keningnya rendah, letak mata yang sangat besar, mempunyai lengkung alis, tulang roman muka yang sangat tebal, tengkoraknya besar, dan tergantung pada tunlang belakang (tidak terletak di atasnya), tidak mempunyai dagu (belum pandai berbicara dengan tekanan suara), serta berbentuk moncong (bagian paras lebih ke depan dari tempat otak). Dari hasil identifikasi itu terlihat bahwa bentuk manusia tersebut menyerupai kera. Diperkirakan manusia tersebut hidup antara 75.000 hingga 30.000 tahun sebelum masehi. Namun, Wieringen berpendapat bahwa meskipun manusia awal itu menyerupai monyet, tetapi nenek moyang manusia bukanlah monyet. Alasan ia kemukakan adalah antara manusia dan monyet adalah dua jenis yang berdiri sendiri, serta masing2 mempunyai jalan kemajuan sendiri-sendiri.
Bagaiman Menjelaskan Evolusi itu ?

Evolusi adalah perubahan frekuensi gen (faktor keturunan) yang terjadi dari generasi ke generasi. Evolusi bisa terjadi dalam skala besar pada tingkat di atas spesies. Misalnya terjadi ordo baru. (Ordo adalah klasifikasi dalam biologi yang lebih rendah daripada kelas dan lebih tinggi daripada family). Evolusi ini biasa disebut makro evolusi. Evolusi yang lain disebut mikro evolusi yaitu perubahan frekuensi gen dalam skala kecil dan terjadi pada tingkat di bawah spesies. Misalnya terjadinya ras baru. Perubahan-perubahan itulah yang bisa menandai ciri tubuh makhluk hidup.

Ada dua faktor yang yang bisa menyebabkan perbedaan ciri tubuh makhluk hidup, yaitu pewarisan dan lingkungan. Satuan pewarisan yang kecil adalah gen, yang terdapat pada kromosom. Kromosom ini terdapat di dalam inti sel dan terbentuk secara berpasang-pasangan. Konon, manusia sekarang memiliki 23 pasang kromosom, dimana setiap kromosom terdapat ribuan gen. ada sekitar 100.000 gen pada setiap manusia.

Lalu, bagaimana evolusi bisa terjadi pada manusia? Kita tentu mengetahui bahwa manusia itu berkembang biak. Saat itulah, gen dari kedua orang tua menurun kepada anaknya, sehingga terdapat kombinasi gen yang baru. Dalam suatu populasi, gen dan frekuensinya tidak berubah kecuali jika ada kejadian-kejadian tertentu. Gen dan frekuensi bisa berubah apabila terjadi : pertama, mutasi yaitu gen atau kromosomnya berubah. Kedua, Seleksi Alam artinya menguntungkan gen-gen yang sesuai dengan lingkungan. Akibatnya adalah gen bisa bertambah banyak dari generasi ke generasi serta bisa mengurangi gen yang tidak sesuai. Ketiga, terjadinya arus gen yaitu mengalirnya gen ke dalam atau ke luar suatu populasi. Keempat, terjadinya perubahan frekuensi gen secara acak dalam populasi kecil yang disebut efek perintis. Nah, perubahan frekuensi gen yang berlangsung lambat laun dari angkatan ke angkatan itulah yang disebut evolusi, dan keempat faktor itulah yang disebut faktor evolusi.

Permasalahannya adalah mengapa evolusi senantiasa bisa terjadi? Salah satu penyebabnya adalah dari keempat faktor evolusi itu pasti akan ada dalam jangka waktu tertentu. Namun, kebanyakan yang terjadi adalah mikro evolusi, yaitu terjadinya perubahan frekuensi gen dalam ukuran kecil di bawah tingkat spesies. Hal inilah yang menyebabkan munculnya populasi lokal, subras, atau ras baru. Sedangkan golongan-golongan di atas spesies mengalami makro evolusi, karena adaptasinya dengan lingkungan. Setelah bisa beradaptasi dengan lingkungannya, kelompok-kelompok baru ini mengalami spesialisasi.



Jenis-jenis manusia purba Indonesia

1. Meganthropus Palaeojavanicus (manusia raksasa dari jawa kuno)
Fosil manusia purba ini adalah jenis paling tua yang pernah ditemukan di Indonesia. Penemuanya adalah Ralph von Koenigswald di daerah sangiran. Fosil yang ditemukan berupa rahang bawah dan atas serta gigi lepas. Dengan cara stratigrafi, diketahui fosil tersebut berada pada lapisan Pucangan. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil ini berumur 1-2 juta tahun.
Ciri-ciri Meganthropus Palaeojavanicus :
 Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala.
 Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan kening yang mencolok
 Tidak berdagu
 Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat
 Makanannya jenis tumbuh-tumbuhan.
2. Pithecanthropus (manusia kera)
Fosil manusia purba jenis ini adalah jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Dengan cara stratigrafi, diketahui fosil tersebut berada pada lapisan Puncangan dan Kabuh. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil ini amat bervariasi umurnya, antara 30.000 – 2 juta tahun yang lalu.
Ciri-cirinya :
 Tinggi tubuhnya kira-kira 165 – 180 cm
 Badan tegap, namun tidak setegap Meganthropus.
 Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis
 Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus
 Hidung lebar dan tidak berdagu.
 Makanannya bervariasi tumbuhan dan daging hewan buruan.
Jenis Pithecanthropus :
a) Pithecanthropus Mojokertensis (manusia kera dari mojokerto)
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh von Koeningswald di dekat Mojokerto, jawa timur, pada tahun 1936. Fosil berupa tengkorak anak-anak. Fosil tersebut disebut juga Pithecanthropus Robustus.
b) Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berjalan tegak)
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Fosil berupa tulang rahang, bagian atas tengkorak, geraham, dan tulang kaki.
c) Pithecanthropus Soloensis (manusia kera dari solo)
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh von Koeningswald dan Oppenorth di Ngandong dan Sangiran, di tepi Bengawan Solo, antara tahun 1931 – 1933. Fosil berupa tengkorak dan tulang kering.

3. Homo (manusia)
Fosil manusia jenis homo adalah paling muda dibandingkan dengan fosil manusia purba jenis lainnya. Disebut juga Homo Erectus (manusia berjalan tegak) atau Homo Sapiens (manusia cerdas). Dengan cara stratigrafi, diketahui fosil tersebut berada pada lapisan Notopuro. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil ini amat bervariasi umurnya, antara 25.000 – 40.000 tahun.
Ciri-ciri homo :
 Tinggi tubuh 130 – 210 cm.
 Otak lebih berkembang daripada meganthropus dan pithecanthropus.
 Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut.
 Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu.
 Mempunyai ciri-ciri ras Mongoloid dan Austramelanosoid.
Jenis-jenis homo :
a) Homo Soloensis (manusia dari solo)
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh von Koenigswald dan Weidenrich pada tahun 1931 – 1934 di Lembah Bengawan Solo. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak. Dari volume otaknya, dapat diketahui bahwa jenis ini sudah merupakan manusia (homo), bukan lagi manusia kera (pithecanthropus).
b) Homo Wajakensis (manusia dari wajak)
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh E. Dubois pada tahun 1889 di daerah Wajak dekat Tulungagung. Manusia jenis ini sudah mampu membuat alat-alat dari batu maupun tulang. Mereka juga telah mengenal cara memasak makanan.

Zaman prasejarah di Indonesia dapat dibagi menjadi empat babak, yaitu :
1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
Kehidupan manusia sangat tergantung dengan alam. Manusia belum mampu membuat makanan sendiri. Tempat yang dipilih untuk dihuni adalah dataran rendah yang subur dan dekat dengan sumber air.
Manusia memperoleh makanan dengan cara berburu (hunting) dan mengumpulkan bahan makanan yang tersedia (food gathering) di sekitar tempat tinggalnya. Manusia hidup dalam kelompok kecil, 20 – 30 orang. Manusia hidup berpindah-pindah (nomaden). Perpindahan terjadi saat suatu daerah tidak lagi memberikan cukup makanan. Peralatan masih sederhana, terbuat dari batu dan tulang.
2. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut.
Manusia pada masa ini sudah memilih hewan yang menjadi binatang buruan, dengan perkakas yang sesuai dengan jenis binatang yang diburu. Manusia sudah memilih tumbuhan dan hewan yang menjadi bahan makanan. Manusia hidup dalam gua-gua, dan hewan yang menjadi bahan makanan. Peralatan masih dari batu dan tulang, namun sudah disesuaikan dengan keperluan.
3. Masa bercocok tanam.
Manusia menetap dalam suatu desa dengan kelompok besar, 300 – 400 orang. Beberapa kelompok telah memiliki pemimpin yang bertanggungjawab mengatur ketertiban kelompok. Manusia mulai memelihara hewan dan mengolah lahan untuk ladang dan rumah. Manusia sudah terbiasa menyimpan dan mengawetkan makanan. Manusia sudah mengenal kepercayaan kepada nenek moyang dan kekuatan alam. Peralatan terbuat dari batu pilihan yang telah diasah halus.
4. Masa perundagian.
Kelompok telah mengenal pembagian kerja. Muncul orang-orang tertentu dengan keahlian atau keterampilan khusus. Kelompok menjadi lebih majemuk dengan adanya perbedaan status (kedudukan) antara orang yang satu dengan orang lain. perbedaan status ditentukan dari jumlah harta benda yang dimiliki. Peralatan terbuat dari logam, yakni perunggu dan besi. Manusia pun telah mengenal pengolahan emas untuk perhiasan dan persembahan. Manusia membangun tempat ibadah yang terbuat dari batu-batuan besar.

Sistem Kepercayaan Manusia Praaksara

Sistem kepercayaan telah berkembang pada masa manusia praaksara. Mereka menyadari bahwa ada kekuatan lain di luar mereka. Oleh sebab itu, mereka berusaha mendekatkan diri dengan kekuatan tersebut. Caranya ialah dengan mengadakan berbagai upacara, seperti pemujaan, pemberian sesaji, atau upacara ritual lainnya. Beberapa sistem kepercayaan manusia purba adalah seperti berikut :
a. Animisme adalah kepercayaan terhadap roh yang mendiami semua benda. Manusia purba percaya bahwa roh nenek moyang masih berpengaruh terhadap kehidupan di dunia. Mereka juga memercayai adanya roh di luar roh manusia yang dapat berbuat jahat dan berbuat baik. Roh-roh itu mendiami semua benda, misalnya pohon, batu, gunung, dsb. Agar mereka tidak diganggu roh jahat, mereka memberikan sesaji kepada roh-roh tersebut.
b. Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.
c. Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau.

Pembabakan zaman prasejarah Indonesia berbeda dengan pembabakan zaman prasejarah pada umumnya. Pembabakan zaman prasejarah Indonesia berdasarkan kebudayaan, sedangkan pembabakan zaman prasejarah pada umumnya berdasarkan teknologi pembuatan alat. Berdasarkan teknologi itu, zaman prasejarah pada umumnya terbagi menjadi :
 Palaeolithikum, zaman batu tua (sejaman dengan masa berburu dan mengumpulkan makanann tingkat sederhana)
 Mesolithikum, zaman batu tengah (sejaman dengan masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut).
 Neolithikum, zaman batu baru (sejaman dengan masa bercocok tanam).
 Zaman Perunggu dan Besi, (sejaman dengan masa perundagian).
Pembabakan zaman prasejarah di atas tetap penting karena berhubungan erat dengan pembabakan zaman prasejarah Indonesia.

Peninggalan Zaman Prasejarah Indonesia

A. Alat Batu

1. Kapak Genggam.
Kapak genggam disebut juga dengan kapak perimbas. Alat ini berupa batu yang dibentuk menjadi semacam kapak. Teknik pembuatannya masih kasar, bagian tajam hanya pada satu sisi. Alat tersebut belum bertangkai, dan digunakan dengan cara digenggam. Tempat ditemukan lahat (Sumatera Selatan), Kalianda (Lampung), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), Cabbenge (Sulawesi Selatan), dan Trunyan (Bali).
2. Alat Serpih.
Alat serpih merupakan batu pecahan sisa pembuatan kapak genggam yang dibentuk menjadi tajam. Alat tersebut berfungsi sebagai serut, gurdi, penusuk, dan pisau. Tempat ditemukan : Punung, Sangiran, dan Ngandong, Gombong (Jawa Tengah), Lahat, Cabbenge, dan Mengeruda (Flores).
3. Sumatralith.
Nama lain alat tersebut adalah kapak genggam Sumatera. Teknik pembuatannya lebih halus dari kapak perimbas. Bagian tajam sudah pada kedua sisi. Cara menggunakannya masih dengan digenggam. Tempat ditemukan : Lhokseumawe (Aceh) dan Binjai (Sumatera Utara).
4. Beliung Persegi.
Beliung persegi merupakan alat dengan permukaan memanjang dan berbentuk segi empat. Seluruh permukaan alat tersebut telah digosok halus. Sisi pangkal diikat pada tangkai, sisi depan diasah sampai tajam. Beliung persegi berukuran besar berfungsi sebagai cangkul, sedangkan yang berukuran kecil berfungsi sebagai alat pengukir rumah atau pahat. Tempat ditemukan : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Sulawesi.
5. Kapak Lonjong.
Kapak lonjong merupakan alat berbentuk lonjong. Seluruh permukaan alat tersebut telah digosok halus. Sisi pangkal agak runcing dan diikat pada tangkai. Sisi depan lebih melebar dan diasah sampai tajam. Alat ini digunakan untuk memotong kayu dan berburu.
6. Mata panah.
mata panah merupakan alat berburu yang sangat penting. Selain untuk berburu, mata panah juga digunakan untuk menangkap ikan. Khusus untuk menangkap ikan, mata panah dibuat bergerigi. Selain terbuat dari batu, mata panah juga terbuat dari tulang. Tempat ditemukan : Gua Lawa, Gua Gede, Gua Petpuruh (Jawa Timur), Gua Cakondo, Gua Tomatoa Kacicang, Gua Saripa (Sulawesi Selatan).

B. Alat Tanah Liat.

Gerabah merupakan perabotan rumah tangga. Pada masa bercocok tanam, alat tersebut masih dibuat secara sederhana, belum menggunakan roda pemutar dan teknik pembakaran yang sempurna. Pada masa perundagian, alat tersebut dibuat dengan teknik lebih maju. Gerabah berfungsi sebagai alat penyimpan (wadah) untuk makanan (berupa perikuk) dan sesajian (berupa cawan berkaki).

C. Bangunan Megalitik

Bangunan megalitik (mega berarti “besar” dan lithos berarti “batu”) adalah bangunan-bangunan terbuat dari batu besar yang didirikan untuk keperluan kepercayaan. Bangunan megalitik tersebar hampir di seluruh Kepulauan Indonesia. Seringkali dalam satu tempat ditemukan sekaligus beberapa jenis bangunan megalitik.

Bangunan megalitik mulai muncul sejak masa bercocok tanam dan terus berlanjut sampai masa perundagian, bahkan berpengaruh terhadap pendirian bangunan bercorak Hindu-Buddha di masa sejarah. Jenis bangunan megalitik antara lain sebagai berikut :

1. Menhir
Menhir berupa batu tegak atau tugu. Menhir berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang atau tanda peringatan orang yang telah mati.
2. Dolmen
Dolmen berupa meja batu, terdiri atas batu lebar yang ditopang oleh beberapa batu lain. Dolmen berfungsi sebagai tempat persembahan untuk memuja arwah leluhur. Bisanya dolmen ditemukan bersama dengan kubur batu.
3. Sarkofagus
Sarkofagus berupa kubur batu. Bentuknya seperti lesung dan diberi tutup.
4. Kubur Peti Batu.
Kubur peti batu berupa tempat penguburan dalam tanah. Sisi, alas, dan tutupnya terbuat dari papan batu.

5. Waruga
Waruga berupa kubur batu berbentuk kubus dengan tutup berbentuk atap rumah.
6. Punden Berundak
Punden berundak berupa bangunan bertingkat yang dihubungkan tanjakan kecil. Punden berundak berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang. Biasanya di tiap tingkat didirikan menhir.
7. Arca
Arca-arca megalitik menggambarkan binatang dan manusia. Binatang-binatang yang biasa digambarkan adalah gajah, harimau, dan monyet.

D. Alat Perunggu

1. Nekara Perunggu
Nekara berupa alat bunyi-bunyian mirim genderang. Di Indonesia, nekara ditemukan dalam berbagai ukuran. Nekara terbesar ditemukan di Pejeng (Bali). Nekara ini bergaris tengah 160 cm dan tinggi 198 cm. Nekara berukuran kecil disebut dengan moko.
2. Kapak Perunggu
Bentuk kapak perunggu bermacam-macam. Ada yang menyerupai corong (disebut kapak corong), ada pula yang menyerupai pahat dan jantung (tembilang). Selain sebagai kapak, kapak perunggu berfungsi juga sebagai alat kebesaran dan upacara.
3. Bejana Perunggu
Bejana perunggu berupa benda berbentuk seperti gitar Spanyol yang tidak bertangkai. Permukaan luar benda tersebut dihiasi pola anyaman simetris.
4. Arca Perunggu
Bentuk arca perunggu yang ditemukan bermacam-macam bentuk. Umumnya berbentuk orang dan binatang. Masing-masing dalam beragam sikap. Arca perunggu tersebut antara lain ditemukan di Bangkinang (Riau), Lumajang (Jawa Timur), dan Bogor (Jawa Barat).

E. Alat Besi

Temuan benda-benda prasejarah yang dibuat dari besi di Indonesia belum banyak. Mungkin alat-alat tersebut telah hancur karena karat. Pada umumnya alat dari besi ditemukan bersama alat dari perunggu. Alat dari besi digunakan sebagai alat keperluan sehari-hari dan bekal kubur. Jenis alat yang dibuat dari besi antara lain :
 Mata pisau
 Mata pedang
 Cangkul
 Tongkat






Selesai


CopyRight © 2010
By Muhammad Hendri, S.Sos, S.Pd
Written for Students of Class VII SMP Sinar Husni
HP : 081264070041 – (061)77813539
Email : muhammadhendri37@yahoo.com
Wibesite : www.muhammadhendri.blogspot.com

Monday, May 9, 2011

Masa Kolonial Eropa di Indonesi

MASA KOLONIAL EROPA DI INDONESIA


A.Peran Indonesia Dalam Perdagangan Dan Pelayaran Antara Asia Dan Eropa

Indonesia terlibat langsung dalam perkembangan perdagangan dan perlayaran antara Asia dan Eropa karena letak geografis indonesia yg berada pada jalur pelayaran tersebut karena indonesia penghasil rempah-rempah.Pada tahun 1521, telah terbuka jalan laut yg menghubungkan indonesia (maluku) dgn Eropa Barat.Pusat-pusat perdagangan di laut tengah merupakan kawasan yg sangat sibuk dan ramai.Disamping itu, tdk jarang orang-orang Eropa mendatangi pusat –pusat perdagangan laut tengah dalam mendapatkan rempah-rempah.

B.Kedatangan Bangsa Eropa Ke Indonesia
 Jatuhnya konstantinopel mendorong negara-negara Eropa datang ke indonesia untuk mencari rempah-rempah.Namun ternyata tujuan mereka tdk hanya sekedar datang mereka berusaha mengambil alih perdagangan,menguasainya,dan akhirnya menjadikanya negara jajahan.
1. Kedatangan Bangsa Portugis Ke Indonesia
Tujuan tersebut lebih dikenal dgn:
• Gold,yaitu mencari emas dan kekayaan
• Glory,yaitu mencari keharuman nama,kejayaan,dan kekuasaan.
• Gospel,yaitu tugas suci menyebarkan agama Kristen
2. Kedatangan Bangsa Spanyol Ke Indonesia
Tujuan bangsa Spanyol yaitu mencari kekayaan,menyebarkan agama nasrani dan mencari daerah jajahan.Pada tanggal 8 Nopember 1521,kapal dagang Spanyol berlabuh di maluku.
3. Kedatangan Bangsa Inggris ke Indonesia
Inggris mendirikan kongsi dagang yg diberi nama East Indian Company pda tahun 1600. Pada tahun 1811, Thomas Stamford Raffles telah berhasil merebut seluruh wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia.
4. Kedatangan bangsa Belanda di Indonesia
Perang antara Belanda melawan Spanyol selama 80 tahun (1568-1648) telah mendorong Belanda mencari daerah jajahan ke nusantara. Belanda datang pertama kali ke Indonesia pda thn 1596, dibawah pimpinan Cornelis De Houtman, dan berhasil mendarat di pelabuhan Banten. Pda tgl 20 Maret 1602 Belanda mendirikan kongsi dagang bernama VOC.
C. PERKEMBANGAN MASYARAKAT, KEBUDAYAAN, DAN PEMERINTAHAN PADA MASA KOLONIAL EROPA

1. Masa colonial Portugis
Di Ternate bangsa Portugis berusaha merebut perdagangan cengkeh dan pala. Di daerah Maluku, Portugis berusaha menanamkan usaha kekuasaannya, namun hampir semua menolak kehadirannya karena sikap Portugis yg sombong.
2. Masa colonial Spanyol
Spanyol hanya berhasil menguasai kerajaan Tidore saja, itupun tidak lama, karena setalah masyarakat Ternate dan Tidore bersatu, Spanyol jg diusir dri Maluku.
3. Masa colonial Inggris
Monopoli dagang yg diprogramkan oleh EIC tidak sempat berkembang di Indonesia krn Inggris segera terdesak oleh Belanda. Saat itu Inggris di bawah pimpinan gubernur jendral Raffles. Perkembangan masyarakat pda masa Raffles lebih baik daripada saat pimpinan Daendles.



4. Masa colonial Belanda
Semanjak Belanda menginjakkan kakinya ke Indonesia mereka mendirikan VOC. Tanam paksa adalah peraturan yg mewajibkan setiap desa untuk menyisihkan sebagian tanahnya utk ditnmi komoditi ekspor, khususnya kopi, tebu, dan nila. Politik etis adlh suatu pemikiran yg menyatakan bahwa pemerintah colonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi.