Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

Sunday, May 29, 2022

Pengertian, Asas, Prinsip, Dan Tujuan Penanggulangan Bencana

Secara geografis, wilayah Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera, serta termasuk dalam daerah cincin api atau deretan gunung berapi menyebabkan Indonesia sangat rawan terhadap kemungkinan terjadinya bencana. Potensi penyebab bencana di wilayah Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis bencana, yaitu :
  1. bencana alam.
  2. bencana non alam.
  3. bencana sosial. 
Untuk itulah diperlukan suatu cara pencegahan dan/atau penanggulangan terhadap bencana yang mungkin atau akan terjadi tersebut dengan suatu cara penanganan yang sistematis, terpadu, dan terkoordinasi.

Pengertian. Sebagai payung hukum sekaligus pedoman bagi pemerintah dalam penyelenggaran pencegahan dan/atau penanggulangan bencana yang mungkin atau akan terjadi di wilayah Indonesia tersebut, pemerintah mengeluarkan dan menetapkan Undang-Undang Nomor : 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dalam Undang-Undang Nomor : 24 Tahun 2007 tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan :
  • Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
  • Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
  • Bencana non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
  • Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatka oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat, dan teror.
  • Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.

Landasan Penanggulangan Bencana. Dalam menjalankan segala kegiatan serta pengambilan keputusan atas segala hal yang berkaitan dengan penanggulangan terhadap bencana yang terjadi di wilayah Indonesia, pemerintah melakukannya dengan berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Asas Penanggulangan Bencana. Penanggulangan terhadap bencana yang terjadi, dilakukan dengan berasaskan :
  • Asas kemanusiaan, merupakan suatu asas yang termanifestasikan dalam penanggulangan bencana yang memberikan perlindungan dan penghormatan kepada hak-hak asasi manusia, harkat dan martabat setiap warga negara dan penduduk Indonesia secara proporsional.
  • Asas keadilan, maksudnya adalah bahwa setiap materi muatan ketentuan dalam penanggulangn bencana harus mencerminkan keadilan secara proporsional bagi setiap warga negara tanpa kecuali.
  • Asas kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan, maksudnya adalah bahwa materi muatan ketentuan dalam penanggulangan bencana tidak boleh berisikan hal-hal yang membedakan latar belakang agama, suku, ras, golongan, gender, status sosial, dan lain-lain.
  • Asas keseimbangan, maksudnya adalah bahwa materi muatan ketentuan dalam penanggulangan bencana mencerminkan keseimbangan kehidupan sosial dan lingkungan.
  • Asas keselarasan, maksudnya adalah bahwa materi muatan ketentuan dalam penanggulangan  bencana mencerminkan keselarasan tata kehidupan dan lingkungan.
  • Asas keserasian, maksudnya adalah bahwa materi muatan ketentuan dalam penanggulangan bencana mencerminkan keserasian lingkungan dan kehiduoan sosial masyarakat. 
  • Asas ketertiban dan kepastian hukum, maksudnya adalah bahwa materi muatan ketentuan dalam penanggulangan bencana harus dapat menimbulkan ketertiban dalam masyarakt melalui jaminan adanya kepastian hukum.
  • Asas kebersamaan, maksudnya adalah bahwa penanggulangan bencana pada dasarnya menjadi tugas dan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat yang dilakukan secara gotong royong. 
  • Asas kelestarian lingkungan hidup, maksudnya adalah bahwa materi muatan ketentuan dalam penanggulangan bencana mencerminkan kelestarian lingkungan untuk generasi sekarang dan untuk generasi yang akan datang demi kepentingan bangsa dan negara.
  • Asas ilmu pengetahuan dan teknologi, maksudnya adalah bahwa dalam penanggulangan bencana harus harus memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara optimal sehingga mempermudah dan mempercepat proses penanggulangan bencana, baik pada tahap pencegahan, pada saat terjadinya bencana, maupun pada tahap pasca bencana.

Prinsip Penanggulangan Bencana. Berpangkal tolak dari asas-asas penanggulangan bencana tersebut di atas, maka dalam melaksanakan penanggulangan terhadap bencana yang terjadi, pemerintah menganut prinsip-prinsip sebagai berikut :
  • prinsip cepat dan tepat, adalah bahwa dalam penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan cepat dan tepat sesuai dengan tuntutan keadaan.
  • prinsip prioritas, adalah bahwa apabila terjadi bencana, kegiatan penanggulangan harus mendapat prioritas dan diutamakan pada kegiatan penyelamatan jiwa manusia.
  • prinsip koordinasi, adalah bahwa penanggulangan bencana didasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung.
  • prinsip keterpaduan, adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan oleh berbagai sektor secara terpadu yang didasarkan pada kerja sama yang baik dan saling mendukung.
  • prinsip berdaya guna, adalah bahwa dalam mengatasi kesulitan masyarakat dilakukan dengan tidak membuang waktu, tenaga, dan biaya yang berlebihan. 
  • prinsip berhasil guna, adalah bahwa kegiatan penanggulangan benacana harus berhasil guna, khususnya dalam mengatasi kesulitan masyarakat dengan tidak membuang waktu, tenaga, dan biaya yang berlebihan.
  • prinsip transparansi, adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • prinsip akuntabilitas, adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik dan hukum.
  • prinsip kemitraan, adalah bahwa dalam kegiatan penanggulangan bencana dilakukan dengan kerja sama antara banyak pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak lain yang terkait.
  • prinsip pemberdayaan, adalah bahwa dalam penanggulangan bencana akan mengerahkan segala kemampuan, sarana, dan prasarana yang ada.
  • prinsip non diskriminatif, adalah bahwa negara dalam penanggulangan bencana tidak memberikan perlakuan yang berbeda terhadap jenis gender, suku, agama, ras, dan aliran politik apapun.
  • prinsip non proletisi, adalah bahwa dilarang menyebarkan agama atau keyakinan pada saat keadaan darurat bencana, terutama melalui pemberian bantuan dan pelayanan darurat bencana.

Tujuan Penanggulangan Bencana. Dalam Undang-Undang Nomor : 24 Tahun 2007 disebutkan bahwa penanggulangan bencana bertujuan untuk :
  • memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana.
  • menyelaraskan peraturan perundang-undangan yang sudah ada.
  • menjamin terselenggaranya penanggulanagn bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.
  • menghargai budaya lokal.
  • membangun partisipasi  dan kemitraan publik serta swasta.
  • mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawanan.
  • menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab dan wewenang pemerintah dana pemerintah daerah yang dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.

Semoga bermanfaat.

Friday, November 18, 2016

Penemuan Peta Dunia Baru yang Lebih Akurat, Ini Penampakannya!


Belakangan ini seakan banyak kesalahpahaman yang terkuak, mulai ada tombol lift yang gak berfungsi sampai peta dunia. Ketika dilakukan analisis dan perhitungan detail, ada banyak ilustrasi dari geografi planet kita yang menunjukkan distorsi besar dengan kenyataannya, terutama proyeksi Mercator klasik.

a6-d21e281c6bab298e9cc4fdbca7935f09.jpg

Ada banyak percobaan untuk mengoreksi kesalahan tersebut sejak lama, tapi peta dunia baru oleh seorang ahli dan arsitek di Tokyo, Hajime Narukawa dianggap sebagai yang terbaik serta akurat.

autograph-world-map-projection-hajime-narukawa-japan-good-design-award-designboom-010-8710b1209d2f3c59b9b0aa88b9f7e8a4.jpg

Peta dunia karya Narukawa mendapat penghargaan internasional dan akan mulai diterapkan secara umum.

a1-e705c8aef8d19f093c792c13645ca7e3.jpg

Dinamakan sebagai AuthaGraphic map, karya indah ini dinilai akurat secara sains maupun menarik secara penampilan artistik.

a2-b23366516541093947c26e112b8de456.jpg

Bahkan, karena memiliki keindahan dan keakuratan yang tinggi, karya ini menerima penghargaan prestisius yaitu Good Design Grand Award yang dilaksanakan di Jepang.

Peta AuthaGraphic dapat diubah menjadi berbagai bentuk dengan tetap menjaga keproporsionalan serta keakuratannya.

a3-1caa4cb5bbf3dece808fa2f01e0ea731.jpg

Gak peduli dalam bentuk apapun peta ini ditampilkan: mulai dari konvensional, bulat, datar 2D bahkan dilipat dalam beberapa bentuk 3D – yang bisa dilipat dari garis lipatan transparan yang disediakan – semua negara dan benua yang ada akan tetap proporsional satu sama lain, termasuk yang sering terlupakan seperti Antarctica.

Segala "fakta" yang mendukung bahwa bumi itu datar, bukan karena bumi memang datar. Bumi itu memang bulat, namun peta versi 2D datar yang beredar selama ini memiliki beberapa skala dan lokasi yang keliru.

a10-a868d99dbd99a81fca8232b03ff7615d.jpg

Seperti halnya mengenai jalur penerbangan yang dinilai aneh serta kurang masuk akal jika dilihat menggunakan globe (bulat) yang dibandingkan dengan peta versi 2D datar, yang sudah kita kenal selama ini. Kejanggalan tersebut digunakan sebagai salah satu faktor yang membenarkan bahwa bumi itu datar.

a9-70c83740d6f09ad60a1281d185870737.jpg

Padahal sebenarnya memang peta 2D versi datarnya lah yang memerlukan perbaikan. Ada peletakan, skala maupun penggambaran beberapa lokasi/negara/pulau yang kurang tepat. Sehingga AuthaGraphic memberikan solusi untuk itu.

Dengan menggunakan peta dunia yang telah beredar saat ini, diketahui ada beberapa kejanggalan dalam koordinat yang tercantum, yang menyebabkan adanya kapal yang tersesat dan masalah lainnya.

a4-69c551bd4582a713a1c33c7e6f242e0b.jpg

Website yang berjudul Spoon & Tamago mencatat poin penting bahwa ibarat kita bisa menjelajah planet kita tanpa batas dalam jarak yang benar, peta dunia AuthaGraphic menampilkan perspektif dengan presisi tinggi terhadap planet kita. Harapannya gak ada lagi kejadian tersesat atau kesalahan koordinat dalam investigasi atau pencarian sesuatu terkait lokasi dunia.

a7-2a5f13e0b3fc04c2dad37ed27ff1e727.jpg

Penikmat dari cartography Narukawa dengan senang mengatakan akan segera membeli peta ini secara online. Peta itu dijual di website AuthaGraph, jika sudah pesan, gak butuh waktu terlalu lama untuk sampai ke tempatmu dan mengetahui peta dunia yang paling akurat sejauh ini.

a8-2ec7ce3f61c19f30f882548c62161aaa.jpg

Semoga dengan peta yang lebih akurat ini, banyak manfaat yang bisa didapatkan.

Wednesday, June 11, 2014

Kondisi Geografi dan Penduduk di Indonesia

Ruang Lingkup : Materi ini mengurai tentang kaitan antara Kondisi Alam dan Iklim dengan Kehidupan Penduduk.

Pemikiran Dasar
  • bahwa di setiap wilayah memiliki kondisi alam yang berbeda, baik kenampakanan alamiah maupun kenampakan buatan, sehingga konsekuensinya akan mengakibatkan manusia yang hidup di atasnya memiliki karakteristik dan pola hidup berbeda-beda.

Definisi
  • Kenampakan alamiah adalah kenampakan alam yang perubahannya tidak melibatkan campur tangan manusia.
  • Kenampakan buatan adalah kenampakan alam yang perubahannya merupakan bentuk hasil yang dibuat manusia.
Wilayah Geografi 
  1. Daerah Pantai
  2. Daerah Dataran Rendah
  3. Daerah Dataran Tinggi
Karakter Penduduknya Meliputi :
  1. Mata Pencaharian
  2. Transportasi
  3. Pola Pemukiman (Tempat Tinggal)
  4. Kondisi Fisik Penduduk
  5. Bentuk Rumah

    Thursday, June 5, 2014

    Dinamika Penduduk dan Unsur-unsurnya

    Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia dalam Kaitannya dengan Perkembangan Penduduk Dunia
     
    Jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan yang terakhir 2000. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali. Perbandingan jumlah, kepadatan dan laju pertumbuhan penduduk Indonesia dengan beberapa Negara lain :


    a. Indonesia dengan Negara ASEAN
    1. Jumlah penduduk : Indonesia menempati urutan pertama dalam kelompok negara ASEAN 
    2. Kepadatan penduduk : Indonesia berada pada urutan ke-5, yaitu 114 jiwa per km2, Singapura memiliki kepadatan penduduk paling tinggi dan Brunei Darussalam memiliki kepadatan penduduk terendah 
    3. Pada tahun 2005, laju perumbuhan penduduk Indonesia menempati urutan ke-6 (1,45% per tahun), setelah Laos (2,3% per tahun) Filipina (2,0% per tahun) Malaysia (1,80% per tahun), Brunei Darussalam (1,9% per tahun), Kamboja (1,8% per tahun) serta Singapura dan Thailand (0,8% per tahun
    b. Indonesia dengan Negara-negara di Dunia
    1. Jumlah penduduk Indonesia berada pada urutan ke-4 (215,27 ju ta jiwa), setelah Cina (1,306 milyar jiwa), India (1,068 milyar jiwa) dan Amerika Serkat (295 juta jiwa) pada tahun 2005. 
    2. Negara terpadat penduduknya adalah Macao (22.260 jiwa per km2), setelah itu Monako(16.135 jiwa per km2) dan Singapura (7.461 jiwa per km2). Indonesia memiliki kepadatan penduduk jauh di bawah ketiga negara tersebut, yaitu sebesar 341 jiwa per km
    Di negara-negara ASEAN, beberapa negara pertumbuhan penduduknya masih tergolong tinggi. Akan tetapi secara keseluruhan persentase pertumbuhan penduduk telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

    JUMLAH DAN PERTUMBUHAN NEGARA DUNIA TAHUN 2005

    Cina dan India adalah dua negara yang jumlah penduduknya terbesar, bukan hanya di Asia tetapi juga di dunia dan sudah berusaha menekan laju pertumbuhan penduduknya. Pertumbuhan penduduk di negara-negara Afrika dan Timur Tengah umumnya masih sangat tinggi dan berada di atas Indonesia serta negara Amerika Serikat, Eropa dan Rusia umumnya sangat kecil.

    Unsur-unsur Dinamika Penduduk
    A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk
    Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu:
    • Kelahiran(natalitas) 
    • Kematian(mortalitas) 
    • Migrasi(perpindahan)
    Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia, oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian.

    B. Faktor yang menunjang dan menghambat kelahiran (natalitas) di Indonesia adalah sebagai berikut:

    a. Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :
    1. Kawin usia muda 
    2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
    3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
    4. Anak merupakan penentu status sosial 
    5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.

    b. Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas)
    antara lain :
    1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB) 
    2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan 
    3. Semakin banyak wanita karir
    Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate /CBR) adalah jumlah kelahiran hidup dari tiap 1000 orang penduduk dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah : 
    Contoh : Jumlah penduduk suatu negara tahun 2000 adalah 25.000.000 jiwa. Jumlah kelahiran dalam setahun sebanyak 800.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran negara tersebut ? 
    Hal ini berarti setiap 1000 orang penduduk, rata-rata kelahirannya 32 orang bayi dalam setahun. 

    Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) :
    1. Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk 
    2. Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
    3. Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk
          Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia, adalah sebagai berikut :
    Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain : 
    1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 
    2. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
    3. Keadaan gizi penduduk yang rendah
    4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir 
    5. Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
    Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :
    1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan 
    2. Fasilitas kesehatan yang memadai
    3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk
    4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan 
    5. Kemajuan di bidang kedokteran.
    Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) adalah jumlah kematian setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah :
    Contoh : Jumlah penduduk suatu negara tahun 2000 adalah 21.000.000 jiwa. Jumlah kelahiran dalam setahun sebanyak 315.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran kasar negara tersebut ?  
    Hal ini berarti setiap 1000 orang, penduduk yang meninggal rata-rata 15 orang dalam setahun.

    Penggolongan angka kelahiran kasar :
    1. angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk 
    2. angka kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk 
    3. angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk

    Friday, April 25, 2014

    Materi Geografi | Migrasi Penduduk

    Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.

    Migrasi Penduduk


    1. Jenis-jenis Migrasi

    Migrasi dapat terjadi di dalam satu negara maupun antarnegara. Berdasarkan hal tersebut, migrasi dapat dibagi atas dua golongan yaitu :
    • Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. 
    • Migrasi internasional dapat dibedakan atas tiga macam yaitu :
    Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran
    Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigrant
    Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya

    Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap. Terjadinya urbanisasi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut :

    1. Ingin mencari pekerjaan, karena di kota lebih banyak lapangan kerja dan upahnya tinggi
    2. Ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
    3. Ingin mencari pengalaman di kota
    4. Ingin lebih banyak mendapatkan hiburan dan sebagainya

    Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik Indonesia. Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi.

    Berdasarkan pelaksanaannya, transmigrasi di Indonesia dapat dibedakan atas :
    • Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah
    • Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan degan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek 
    • Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri 
    • Transmigrasi Lokal, yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama
    Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi.

    Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis migrasi yang disebut evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang yang terjadi karena adanya ancaman akibat bahaya perang, bencana alam dan sebagainya. Evakuasi dapat bersifat nasional maupun internasional.

    Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Migrasi
    Secara umum factor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi adalah sebagai berikut :
    1. Faktor ekonomi, yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih baik di tempat yang baru 
    2. Faktor keselamatan, yaitu ingin menyelamatkan diri dari bencana alam seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir, gunung meletus dan bencana alam lainnya 
    3. Faktor keamanan, yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan seperti peperangan, dan konflik antar kelompok 
    4. Faktor politik, yaitu migrasi yang terjadi oleh adanya perbedaan politik di antara warga masyarakat seperti RRC dan Uni Soviet (Rusia) yang berfaham komunis 
    5. Faktor agama, yaitu migrasi yang terjadi karena perbedaan agama, misalnya terjadi antara Pakistan dan India setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris 
    6. Faktor kepentingan pembangunan, yaitu migrasi yang terjadi karena daerahnya terkena proyek pembangunan seperti pembangunan bendungan untuk irigasi dan PLTA 
    7. Faktor pendidikan, yaitu migrasi yang terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
    Dampak Migrasi Penduduk
    Migrasi penduduk baik internal atau nasional maupun eksternal atau internasional masing-masing memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun daerah tujuan.

    a. Dampak Positif Migrasi Internasional antara lain :

    Dampak Positif Imigrasi
    • Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli 
    • Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan 
    • Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi 
    • Dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa
    Dampak Positif Emigrasi
    • Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing
    • Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya 
    • Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain
    b. Dampak Positif Migrasi Nasional antara lain :

    Dampak Positif Transmigrasi
    • Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran
    • Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
    • Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
    • Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit, karet, coklat dan lain-lain
    • Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk
    Dampak Positif Urbanisasi
    • Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota
    • Mengurangi jumlah pengangguran di desa
    • Meningkatkan taraf hidup penduduk desa
    • Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas
    • Perekonomian di kota semakin berkembang
    Dampak Negatif Migrasi Internasional antara lain :

    Dampak Negatif Imigrasi
    • Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
    • Imigran yang masuk adakalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti
    • pengedar narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.
    Dampak Negatif Emigrasi
    • Kekurangan tenaga terampil dan ahli bagi negara yang ditinggalkan
    • Emigran tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya.
    d. Dampak Negatif Migrasi Nasional antara lain :

    Dampak Negatif Transmigrasi
    • Adanya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran
    • Terbengkalainya tanah pertanian di daerah trasmigrasi karena transmigran tidak betah dan kembali ke daerah asalnya.
    Dampak Negatif Urbanisasi
    • Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa
    • Produktivitas pertanian di desa menurun
    • Meningkatnya tindak kriminalitas di kota
    • Meningkatnya pengangguran di kota
    • Timbulnya pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan
    • Lalu lintas di kota sangat padat, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.

    Thursday, April 17, 2014

    Dampak Tenaga Endogen terhadap Bentuk Muka Bumi

    Dari peristiwa TEKTONISME Orogenesis Patahan dan Lipatan, bentuk muka bumi di antaranya sebagai berikut.


    1. PEGUNUNGAN
    Pegunungan adalah kumpulan dari gunung-gunung yang membentuk permukaan bumi seolah-olah bergelombang dengan lembah dan lekukan di antara gunung-gunung tersebut. Contoh dua deretan pegunungan di Indonesia, yaitu
    a) Sirkum Pasifik, yang melalui Sulawesi, Maluku, Papua, dan Halmahera.

    Garis merah adalah batas sirkum pasifik.

    b) Sirkum Mediterania, Busur dalam (vulkanis) yang melalui Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Solor, Alor, Weter, Damar, Nila, Seua, Manuk, Kepulauan Banda, dan berakhir di Pulau Ambon. Busur luar (non vulkanis), yang melalui P. Simelue, P. Nias, P. Batu, P. Mentawai, Enggano, tenggelam di sebelah selatan P. Jawa, Sawu Roti, Timor, Kep. Leti, Sermata, Kep. Barbar, Kep. Tanibar, Kep. Watubela, Kep. Laut Seram, Manipa, Baru, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. 

    2. DATARAN TINGGI 
    Dataran tinggi adalah daerah datar yang berada pada ketinggian di atas 700 m.

    3. PLATO ATAU PLATEAU
    Bentuk permukaan bumi ini merupakan dataran tinggi dengan bagian atas relatif rata dan telah mengalami erosi.

    4. DEPRESI
    Depresi adalah bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan. Bentuk depresi yang memanjang disebut slenk, sedangkan yang membulat disebut basin. 

    5. PALUNG LAUT
    Palung laut adalah bagian luar bumi yang terdapat di dasar laut dengan kedalaman lebih dari 5.000 meter. Bentuknya memanjang dan sempit sebagai akibat dari proses penenggelaman yang terus menerus. 


    6. LUBUK LAUT
    Proses pembentukan lubuk laut sama dengan palung laut, hanya berbeda pada bentuknya saja, yaitu yang membulat dengan kedalaman juga lebih dari 5.000 meter. 

    7. PUNGGUNG LAUT
    Bentuk dari punggung laut dapat digambarkan seperti bukit di dasar laut. Sebagian dari punggung laut ada juga yang muncul di atas permukaan air laut.

    8. AMBANG LAUT
    Ambang laut adalah pembatas pada dasar laut yang memisahkan dua laut dalam. Misalnya, Ambang Laut Sulu dan Selat Gilbatar.

    9. SHELF
    Shelf adalah bagian laut yang dalamnya kurang dari 200 meter. Misalnya, Shelf Laut Jawa dan LautArafuru.

    Friday, April 11, 2014

    Interpretasi Peta tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi

    Menginterpretasi Peta Umum
    Interpretasi peta adalah cara memahami simbol-simbol yang ada pada peta dan hubungannya dengan simbol-simbol lainnya.


    Peta umum adalah peta yang dibuat berdasarkan kenampakan umum.
    Perhatikan Peta Umum berikut ini.


    Simbol-simbol pada peta umum adalah sebagai berikut. 
    1. Sungai
      Sungai ditunjukkan dengan garis berkelok-kelok. 
    2. Pegunungan dan Dataran Tinggi
      Pegunungan dan dataran tinggi ditunjukkan dengan warna merah dan kuning. 
    3. Dataran Rendah dan Rawa
      Dataran rendah dan rawa ditunjukkan dengan warna hijau dan hijau dengan garis putus-putus. 
    4. Danau
      Danau ditunjukkan dengan warna biru. 
    5. Gunung
      Gunung ditunjukkan dengan bentuk segitiga. Segitiga merah artinya gunungberapi (aktif), segitiga hitam artinya gunung tidak berapi (tidak aktif).