Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Wednesday, February 19, 2014

20 Golongan Manusia yang Menjadi Musuh Iblis

Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas Radiyallahu 'Anhu, disebutkan ada 20 golongan manusia yang menjadi musuh dari Iblis. Yaitu : 


1. Nabi Muhammad
2. orang 'alim yang mengamalkan ilmunya;
3. orang yang hafal Quran serta mengamalkan isinya;
4. mu'adzin yang mengumandangkan adzan sholat lima waktu;
5. orang yang mencintai fakir miskin dan anak yatim;
6. orang yang berhati kasih sayang;
7. orang yang menerima penuh kebenaran;
8. pemuda atau pemudi yang giat beribadah;
9. orang yang hanya memakan harta yang halal;
10. dua orang yang saling mencintai karena Allah;
11. orang yang selalu sholat berjama'ah,
12. orang yang mau sholat Tahajjud saat kebanyakan orang terlelap tidur;
13. orang yang mampu memelihara dirinya dari perbuatan dan ucapan haram;
14. orang yang mau menasihari saudaranya sementara hatinya tidak ada tendensi apapun;
15. orang yang selalu menjaga wudhunya;
16. orang yang berakhlaq mulia;
17. orang yang dermawan;
18. orang yang meyakini bahwa rizki itu sudah dijamin Allah,
19. orang yang mau menyantuni janda miskin; dan
20. orang yang mau menyiapkan bekal untuk menyambut kematiannya".




Semoga kita semua termasuk golongan manusia yang menjadi musuh dari iblis agar kita terhindar menjadi temannya di neraka nanti. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Nashaihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani

Saturday, February 15, 2014

Perkara yang Lebih Menyakitkan Daripada Neraka

Di bawah ini merupakan salah satu penjelasan dari salah satu Hadist Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ada empat perkara yang lebih menyakitkan dan menghinakan daripada neraka yaitu :



1. Kekal di neraka lebih jelek daripada neraka. Tinggal berlama2 di dalam neraka lebih menyakitkan dan menghinakan daripada neraka itu sendiri.

2. _Hinaan dan caci maki para malaikat pada orang2 kafir di neraka lebih hina daripada neraka_. Hinaan dan celaan para malaikat terasa lebih menyakitkan dan menghinakan yang lebih memperpedih siksaan di neraka.

3. _Bertetangga dengan setan di neraka lebih jahat daripada neraka_. Berada dalam satu belenggu, berdesak2an dengan setan sungguh sangat menyakitkan dan amat menghinakan daripada neraka itu sendiri.

4. _Dan kemurkaan Allah lebih buruk daripada neraka_. 

Semoga dosa2 kita semua mendapatkan pengampunan dari Allah SWT agar kita terhindar dari siksaan api neraka. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.


Friday, February 14, 2014

27 Kata-kata Nasehat Pada Kitab Taurat

Wahab bin Munabbih berkata, bahwa tertulis di dalam kitab Taurat dua puluh tujuh nasehat sebagai berikut :
  1. Barang siapa yang berbekal di dunia, maka pada hari kiamat akan menjadi kekasih Allah.
  2. Barang siapa yang meninggalkan marah, maka ia terhindar dari siksa
  3. Barangsiapa meninggalkan cinta dunia, maka pada hari kiamat dia akan menjadi orang yang aman
  4. Barangsiapa meninggalkan sifat dengki, maka pada hari kiamat dia akan menjadi orang yang terpuji
  5. Barangsiapa yang tidak menyukai jabatan, maka pada hari kiamat dia akan menjadi orang yang mulia di sisi Allah
  6. Barangsiapa yang meninggalkan berlebihan, maka dia akan menjadi orang yang berbahagia
  7. Barangsiapa yang meninggalkan permusuhan di dunia, maka pada hari kiamat termasuk golongan orang2 yang beruntung
  8. Barangsiapa yang meninggalkan sifat kikir di dunia, maka dia menjadi terkenal di hadapan makhluk Allah
  9. arangsiapa yang meninggalkan bersantai2 di dunia, maka pada hari kiamat dia akan menjadi orang yang berbahagia
  10. Barangsiapa meninggalkan yang haram, maka pada hari kiamat akan menjadi tetangga para Nab
  11. Barangsiapa yang tidak melihat pada yang haram di dunia, maka pada hari kiamat Allah akan menggembirakan matanya di dalam surga.
  12. Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan orang lain di dunia, maka Allah memenuhi kebutuhannya di dunia dan akhirat
  13. Barangsiapa ingin terhibur di dalam kuburnya, maka hendaklah bangun di malam yang gelap, lalu menunaikan shalat sunnah sekalipun hanya satu raka'at
  14. Barangsiapa yang ingin berada dalam naungan Arsy, maka jadilah orang yang zuhud.
  15. Barangsiapa yang ingin di hisab dengan mudah, maka jadilah orang yang menasehati diri sendiri dan saudara2nya
  16. Barangsiapa ingin di kunjungi para malaikat, maka jadilah orang yang wira'i (bersikap dan berlaku hati-hati terhadap hal-hal yang makruh dan hal-hal yang syubhat)
  17. Barangsiapa ingin tinggal di dalam keluasan surga, maka jadilah orang yang selalu berdzikir kepada Allah di siang dan malam hari
  18. Barangsiapa  yang ingin masuk surga tanpa hisab, maka hendaklah bertaubat dengan sungguh2
  19. Barangsiapa  yang ingin kaya, maka jadilah orang yang senang terhadap pemberian Allah
  20. Barangsiapa yang ingin menjadi orang yang alim dan faham hukum2 Allah, maka jadilah orang yang khusyu'
  21. Barangsiapa ingin menjadi bijaksana, maka jadilah orang yang alim
  22. Barangsiapa yang ingin menjadi orang yang selamat dari manusia, maka janganlah membicarakan seseorang di antara mereka kecuali pembicaraan yang baik.
  23. arang siapa yang ingin mulia di dunia dan akhirat, maka hendaklah memilih akhirat di atas dunia
  24. Barangsiapa yang mengharapkan surga firdaus dan segala kenikmatannya, maka janganlah menyia2kan usia dengan membuat kesusahan di dunia
  25. Barangsiapa yang ingin surga di dunia dan akhirat, maka hendaklah menjadi orang yang dermawan.
  26. Barangsiapa yang ingin diterangi hatinya, maka hendaklah dia bertafakkur dan mengambil pelajaran tentang keagungan Allah
  27. Barangsiapa yang ingin mempunyai badan yang sabar, lisan yang selalu berdzikir dan hati yang khusyu', maka hendaklah ia banyak beristigfar bagi dirinya sendiri dan orang2 mukmin lainnya.


Wallahu A'lam Bis shawab.

Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari tulisan di atas, dan semoga kita semua mendapatkan Ridha dari Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Nashaihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani

Thursday, February 13, 2014

12 Golongan yang Didoakan Malaikat

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.


"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan 'Aamiin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.

"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)


8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.

"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

Wallahua’lam bish shawwab.

Tuesday, February 11, 2014

Mengenal 5 Anak Iblis Dan Tugas Laknat Mereka

Ternyata iblis itu mempunyai lima anak yang masing-masing anak diberi tugas tersendiri dan tak disadari karena bisikan Iblis itulah diantara kita yang terjerumus maksiat, zina dan mudah marah, bisa jadi karena provokasi para anak iblis ini.



1: Tsabar
Dia adalah pembawa musibah yang diperintahkan untuk merusak, menyobek saku saat manusia berduka, menampar pipi-pipi mereka dan ucapan-ucapa jahiliah yang keluar dari mulut mereka ketika bersedih atau dalam musibah.

Setan dari bangsa jin yang bertugas mendatangi orang-orang yang kesusahan dan tertimpa musibah, agar berkeluh kesah, mencaci maki dan berputus asa.

2: Dasim
Setan yang selalu berusaha mencerai beraikan ikatan perkawinan. Dia adalah anak kesayangan Iblis. Tugasnya menyusup ke dalam diri seseorang tatkala menemui keluarganya, lalu dia menampakkan cela mereka di matanya (dihadapanya) sehingga membuat orang itu marah-marah. 

3: Al A’war
Dia adalah pembawa zina!!! Anak iblis bernawa A'war-lah yang menyuruh manusia untuk melakukan perbuatan zina, maksiat dan cenderung kepada hal-hal yang menjurus ketertarikan seksual baik pada lawan jenis maupun sejenis. Dan ketika banyak manusia itu berzina dan bermaksiat lalu dengan bangganya mengagungkan / menganggapnya bagus dan sesuai dengan perkembangan zaman moderen. Maka pahamilah, sesungguhnya yang membisikan mereka adalah A'war. Setan yang bertugas spesialis untuk urusan perzinaan. Yang memperindah bagian bawah tubuh wanita ketika mereka keluar rumah dan bertanggung jawab terhadap dekadensi moral.

4: Miswath
Setan yang bertugas menciptakan kebohongan, besar atau kecil. Fitnah, isu, desas-desus dan gosip. Dia adalah pembawa dusta, yang mendengar sesuatu lalu dia mendatangi seseorang dan mengabarinya apa yang didengarnya. Lalu orang itu menemui orang-orang seraya berkata, "Aku telah melihat seseorang yang masih kuingat wajahnya tetapi aku tidak tahu namanya, dia berkata kepadaku begini dan begitu" 

5: Zaknabur
Setan yang bergentayangan di pasar, mengobarkan caci maki dan permusuhan, perselisihan dan bunuh membunuh. Dia adalah penguasa pasar yang mengibarkan benderanya dipasar-pasar (baik pasar tradisional ataupun mall-mall dikota besar)

Musuh dan Kelemahan Iblis
Dari segenap kemampuan dan kekuatan beserta pasukannya, dari bangsa jin atau manusia, hanya satu musuh dan kelemahan iblis. Tidak ada yang tidak bisa dikuasai Iblis kecuali manusia yang beriman dan bertakwa pada Allah SWT, dengan sebenar-benar iman dan takwa

Dari Mukhallad bin Al-Husain, dia berkata:
" Tidaklah Allah memerintahkan hamba kepada sesuatu, melainkan iblis menghambatnya dengan dua perkara, dan dia tidak peduli dengan yang mana dia akan berhasil mempengaruhinya, entah dengan sikap berlebih-lebihan, entah dengan sikap meremehkan."

Maka kita harus waspadalah akan tipu daya anak-anak iblis yang tanpa kita sadari telah menipu kita untuk beribadah kepada Alloh, merekalah yang terus menerus membisikan kepada telinga kita dan seakan terus "teringiang-ngiang" suaranya di kepala dan benak kita.

Sunday, February 9, 2014

Awas, Bahaya Kencing Berdiri


Bagi kebanyakn pria,kencing berdiri seperti sudah menjadi kebiasaan. Bahkan di wc umum khusus pria, tempat yang disediakan berupa tempat kencing berdiri.Salah satu alasan pria kencing berdiri adalah memudahkan saat membuka celana dan bisa lebih cepat.

Islam Menganjurkan agar Kencing Sambil Jongkok
Dalam ajaran Islam sendiri, Rasulullah shollallahu'alaihiwasallam mengajarkan umatnya untuk tidak kencing sambil berdiri. Alasan utamanya adalah agar najis dari air seni tidak terkena tubuh. karena dengan kencing sambil berdiri percikan jatuhnya air seni ke tanah akan lebih jauh sehingga akan memerciki badan bahkan bisa terkena pakaian/ celana tanpa kita ketahui. Untuk mencegah terkena najis ini maka kencing sambil jongkok adalah pilihan terbaik. Selain itu kebanyakan orang yang kencing berdiri, lalu mereka mendirikan shalat, saat ruku' atu sujud kadang terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya, itulah sisa air kencing yang tidak keluar saat kencing berdiri, sehingga menyebabkan shalatnya tidak sah.




Kencing Berdiri Menimbulkan Penyakit

Namun kini setelah berkembangnya ilmu medis banyak ilmuwan yang meneliti tentang berbagai penyebab penyakit. salah satunya adalah penyakit kencing batu. Dari beberapa media online disebutkan bahwa kencing sambil berdiri merupakan salah satu penyebab utama timbulnya kencing batu. Selain itu kencing berdiri juga menjadi salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria.

Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah lemah bathin, karena sisa-sisa air dalam pundit-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan kendur. Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertinggung tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan buah zakar. Ini memudahkan air kencing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menekan pangkal buah zakar sambil berdehem-dehem. Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.

Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu. Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/mengeras seperti batu karang.

Tips saat di WC

Gunakan alas kaki

Menurut penelitian di Amerika di dalam kamar mandi/WC ada sejenis virus dengan type Americanus yang masuk lewat telapak kaki orang yang ada di WC tersebut. Dengan proses waktu yang panjang virus tersebut naik ke atas tubuh dan ke kepala merusak jaringan otak yangmenyebabkan otak lemah tak mampu lagi mengingat, blank semua memori otak sehingga pikun. Sandal hendaknya diletakkan di luar WC, jangan di dalam WC, karena semakin kotor, lembab dan tak mengenai sasaran kebesihan.

Buang Air sambil jongkok

Buang air jongkok (tidak berdiri jika tidak terpaksa/darurat). Agar kotoran bisa keluar tuntas sehingga tidak menjadi penyebab kencing batu maupun lemah syahwat.

Saturday, February 8, 2014

Keutamaan Berwudhu, Wajahnya Bercahaya Di Hari Kiamat


Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: 
Sesungguhnya ummatku itu akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya wajahnya dan amat putih bersih tubuhnya dari sebab bekas-bekasnya berwudhu. Maka dari itu, barangsiapa yang di antara engkau semua hendak memperpanjang yakni menambahkan bercahayanya, maka baiklah ia melakukannya -dengan menyempurnakan berwudhu' itu sesempurna mungkin. (Muttafaq 'alaih) 




Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: "Saya mendengar kekasihku Rasulullah s.a.w. bersabda:
Perhiasan perhiasan di syurga itu sampai dari tubuh seseorang mu'min, sesuai dengan anggota yang dicapai oleh wudhu yakni sampai di mana air itu menyentuh tubuhnya, sampai di situ pula perhiasan yang akan diperolehnya di  syurga. (Riwayat Muslim) 

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: 
Apabila seseorang hamba yang Muslim atau mu'min itu berwudhu', lalu ia membasuh mukanya, maka keluarlah dari muka-nya itu semua kesalahan yang disebabkan ia melihat padanya dengan kedua matanya dan keluarnya ialah beserta air atau beserta titisan air yang terakhir. Jikalau ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya itu semua kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya beserta air atau beserta titisan air yang terakhir. Selanjutnya apabila ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua kesalahan yang dijalankan oleh kedua kakinya beserta air atau beserta titisan air yang terakhir, sehingga akhirnya keluarlah ia dalam keadaan suci dari semua dosa. (Riwayat Muslim) 

Semoga kita semua khususnya saya dapat melanggengkan wudhu agar wajah kita di hari kiamat nanti bercahaya seperti yang disebutkan dalam hadits di atas. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Riyadhus Shalihin

Thursday, February 6, 2014

Bahaya Makan dan Minum Sambil Berdiri


Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)

Bagi sebagian orang, minum sambil berdiri itu mungkin adalah sebuah hal yang biasa dan lumrah, apalagi kebanyakan orang mengatakan minum sambil berdiri itu lebih puas dan dapat menghilangkan dahaga dengan tuntas. Namun Taukah kamu bahwa Fakta medisnya telah membuktikan bahwa minum air putih sambil berdiri itu berbahaya bagi kesehatan terutama bagi organ-organ vital utama pada tubuh kita. 




Dalam sebuah penelitian medis yang diadakan salah satu perkumpulan para ahli akupunktur, membuktikan bahwa air yang diminum sambil duduk jauh lebih baik daripada yang kita minum dengan berdiri. Air yang kita minum sambil duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa dibuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disediakan di posdi filtrasi ginjal.
 
Sebaliknya, jika kita minum air dengan berdiri, air yang kita minum tidak lagi disaring. Air yang diminum kebanyakan langsung masuk ke dalam kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih, maka air yang tanpa disaring yang kemungkinan membawa kotoran tak terlihat akan menumpuk pada ureter ginjal.
 
Karena akhirnya telah banyak kotoran yang tersisa di ureter maka hal ini dapat menyebabkan penyakit ginjal kristal (batu Ginjal). Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Hal ini menyebabkan kesulitan buang air kecil. Setidaknya usahakanlah untuk minum air putih sambil duduk, agar ginjal yang merupakan penyaring racun dari air yang kita minum tidak sakit atau rusak.
 
Selain itu, bila seseorang makan sambil berdiri,  maka akan terjadi reflux asam lambung, asam lambung akan naik ke esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi, karena asam lambung yang sangat asam (pHnya 1-2,5). Hal ini ditandai dengan gejala panas terbakar yang menyesak di dada (heartburn).

''Bila kita tetap bandel membiasakan makan minum sambil berdiri dalam jangka waktu panjang, iritasi sel-sel kerongkongan ini akan berakumulasi menyebabkan kanker saluran esofagus,''tuturnya.

Obat Penghilang Galau Secara Islami 100% Ampuh


Orang yang sering galau adalah orang yang tidak dekat (tidak menjalankan hak Allah Ta'ala) dengan Allah Ta'ala.

Shalat kadang-kadang, dzikir jarang, baca Al-Qur'an pun apalagi.
Yang sering dilakukannya adalah melamun,sambil mendengarkan musik.

Jadi mendengarkan panggilan Allah (adzan) pun terlewatkan, apalagi shalat dll ?

Kalau orang yang suka mendirikan shalat, lidahnya tidak pernah kering dari dzikir kepada Allah dan selalu rutin / istiqamah membaca Al Qur'an, tawadlu' kepada orang Insya Allah akan terhindar dari penyakit yang namanya GALAU




Karena, orang yang sering mengingat Allah, dia tidak akan mudah diganggu oleh setan.

Obat Penghilang Galau



Rajin kerjakan shalat 5 waktu [kalau bisa tambahkan dengan shalat sunnah rawatib], selalu ingat untuk selalu berdzikir kepada Allah baik itu dengan membaca shalawat, membaca kalimat2 thayyibah, membaca Al-Qur'an dan berkumpul dengan orang2 yang shaleh.

Tuesday, February 4, 2014

5 Perbuatan Penyebab Bahagia Di Dunia dan Di Akherat

Abdullah bin 'Amr bin 'Ash berkata:
"Orang yang memiliki lima hal berikut akan bahagia di dunia dan di akhirat, yaitu:


1. banyak-banyak membaca: 'Laa ilaaha illallooh Muhammadur rosuulullooh.';
2. setiap kali ditimpa musibah mengucapkan: 'Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'Aliyyil 'azhiim.' (Sesungguhnya kami ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Tiada daya (untuk menjauhi maksiat) dan tiada kekuatan (untuk taat), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung);
3. ketika menerima nikmat dari Allah mengucapkan: 'Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin.' (Segala puji hanyalah milik Allah, Rabb semesta alam), sebagai bentuk syukur (secara lisan);
4. setiap kali akan memulai sesuatu selalu mengucapkan: 'Bismillaahir rohmaanir rohiim.';
5. setiap melakukan dosa, ia membaca: 'Astaghfirulloohal 'azhim, wa atuubu ilaih.' (aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya).




Berkaitan dengan poin 1, Rasulullah s.a.w. bersabda :
Perbanyaklah kalian berdzikir kepada Allah s.w.t. dalam segala keadaan, karena sesungguhnya tidak ada amal yang lebih dicintai oleh Allah dan lebih menyelamatkan seseorang dari semua keburukan dunia dan akhirat daripada berdzikir kepada Allah." (HR. Ibnu Sharshari)


Berkaitan dengan poin 2, Rasulullah s.a.w. bersabda :
"Janganlah kalian banyak berbicara selain berdzikir kepada Allah, karena sesungguhnya banyak berbicara selain dzikir dapat menyebabkan hati keras, padahal manusia yang paling jauh dari rahmat Allah adalah orang yang memiliki hati keras." (HR. Tirmidzi)

Berkaitan dengan poin 3, Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Ucapan yang paling disenangi oleh Allah ada empat, yaitu: subhaanallooh, al-hamdulillaah, laa ilaaha illallooh, dan Alloohu akbar. Tidak masalah bagimu untuk memulai dari lafazh yang mana dalam mengucapkannya." (HR. Muslim dan Nasa'i, dari Samurah bin Jundub)

"Ucapkanlah 'laa ilaaha illallooh' dan 'Alloohu akbar'; ucapkanlah 'subhaanallooh' dan 'al-hamdulillaah'; dan ucapkanlah 'tabaarokallooh.' sebab semua ucapan itu merupakan lima perkara yang tidak ada perkara lain yang bisa menyamainya." (HR. Ibnu Sharshari)


Berkaitan dengan poin 4, Rasulullah s.a.w. bersabda :
"Setiap perbuatan baik yang di dalamnya tidak dimulai dengan pujian kepada Allah, maka perbuatan tersebut terputus (dari rahmat Allah)." (HR. Ibnu Hibban)

"Setiap perbuatan baik yang di dalamnya tidak dimulai dengan bacaan basmalah, maka perbuatan tersebut terputus (dari rahmat Allah)." (HR. Abu Dawud, dari Abu Hurairah)

Berkaitan dengan poin 5, Rasulullah s.a.w. bersabda :
"Maukah aku tunjukkan kepada kalian mengenai penyakit kalian dan obat untuk kalian? Bahwasanya penyakit kalian adalah berbuat dosa, sedangkan obatnya adalah beristighfar." (HR. Dailami, dari Anas bin Malik)

Barangsiapa selalu membaca istighfar, maka Allah akan menjadikan untuk dirinya jalan keluar dari semua kesulitan, menjadikan kegembiraan dari semua kesusahan, dan akan memberi rizki kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah, dari Ibnu 'Abbas)

Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua khususnya saya sendiri agar menjadi manusia yang lebih baik daripada sebelum2nya. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Nashoihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani Al Jawi

Saturday, February 1, 2014

Enam Perbuatan Perusak Hati


Al Imam Hasan Al Bashri R.A. menyampaikan tausiyyah sebagai berikut :
Sesungguhnya kerusakan amal itu disebabkan oleh enam perkara , yaitu :


1. Orang-orang yang sengaja melakukan dosa dengan berharap akan bertobat.
2. Berilmu tapi tidak mau mengamalkan.
3. Beramal tapi tidak ikhlas.
4. Memakan rizki Allah tapi tidak bersyukur.
5. Tidak ridha dengan pembagian rizki dari Allah.
6. Mengebumikan mayyit tapi tidak mengambil pelajaran.


Perusak Amal yang pertama : Diantara kita, mungkin ada yang sengaja melakukan dosa dengan harapan akan ada kesempatan untuk bertobat. 



Menurut Al Imam Hasan Al Bashri seseorang yang sengaja melakukan dosa tapi berharap akan memperoleh rahmat dari Allah merupakan lamunan melantur yang jauh dari mungkin.

Perusak Amal yang kedua : Diantara kita mungkin ada yang berilmu tapi tidak mau mengamalkan ilmunya maka ilmu itu tidak akan berguna dan akan sirna. Karena buah dari ilmu adalah pengamalannya.

Perusak Amal yang ketiga  : Diantara kita mungkin ada yang beramal tapi tidak ikhlas, maka ibadah yang dikerjakan akan diwarnai dengan kepura-puraan (kebohongan).
Ibadah yang didasari keinginan dipuji dan dihormati orang lain akan menjadi hampa dan tidak memunculkan bekas/tandanya pada kepribadian seseorang.

Perusak Amal yang Keempat : Diantara kita ada mungkin ada yang mengkonsumsi rizki Allah SWT tapi tidak bersyukur kepada-NYA, itulah orang-orang yang ingkar terhadap nikmat dari Allah. Orang yang demikian adalah orang yang sombong dan selalu meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya (tidak adil).

Perusak Amal yang Kelima : Diantara kita mungkin ada yang tidak ridha dengan pembagian rizkiy dari Allah, orang yang demikian adalah orang yang salah dalam menilai diri sendiri. Tidak Ridha terhadap rizkiy Allah karena yang bersangkutan dalam urusan dunia senantiasa membandingkan dengan teman, kerabat dan orang lain yang lebih tinggi kekayaan/hartanya dibandingkan dia.

Perusak Amal yang Keenam : Tidak mau mengambil pelajaran dari peristiwa penguburan mayit. Yakni mereka tetap tidak mau mengingat kematian.
Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya alam kubur merupakan permulaan tempat akhirat, apabila seseorang selamat di tempat awal itu, maka selanjutnya akan lebih mudah. Tetapi jika tidak selamat di alam kubur, maka apa yang terjadi setelahnya akan lebih berat dari padanya." (HR Tirmidzi, Ibnu majah dan Hakim)

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Hidayah, Taufiq dan Inayah_Nya bagi kita dalam menjalani Kehidupan Yang Fana ini dengan tujuan menggapai Ridha dan Maghfirah-NYA. Amiin Ya Robbal 'Alamiin.

Sumber : Kitab Nashoihul Ibad

Friday, January 31, 2014

Tiga Tanda Datangnya Kematian


Dikisahkan bahwa malaikat maut (Izrail) bersahabat dengan Nabi Ya'kub AS. Suatu ketika Nabi Ya'kub berkata kepada malaikat maut. "Aku menginginkan sesuatu yang harus kamu penuhi sebagai tanda persaudaraan kita."

"Apakah itu?" tanya malaikat maut. "Jika ajalku telah dekat, beri tahu aku." Malaikat maut berkata, "Baik aku akan memenuhi permintaanmu, aku tidak hanya akan mengirim satu utusanku, namun aku akan mengirim dua atau tiga utusanku." Setelah mereka bersepakat, mereka kemudian berpisah.

Setelah beberapa lama, malaikat maut kembali menemui Nabi Ya'kub. Kemudian, Nabi Ya'kub bertanya, "Wahai sahabatku, apakah engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?"

"Aku datang untuk mencabut nyawamu." Jawab malaikat maut. "Lalu, mana ketiga utusanmu?" tanya Nabi Ya'kub. "Sudah kukirim." Jawab malaikat, "Putihnya rambutmu setelah hitamnya, lemahnya tubuhmu setelah kekarnya, dan bungkuknya badanmu setelah tegapnya. Wahai Ya'kub, itulah utusanku untuk setiap bani Adam."




Kisah tersebut mengingatkan tentang tiga tanda kematian yang akan selalu menemui kita, yaitu memutihnya rambut; melemahnya fisik, dan bungkuknya badan. Jika ketiga atau salah satunya sudah ada pada diri kita, itu berarti malaikat maut telah mengirimkan utusannya. Karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi utusan tersebut. Wallahu a'lam.

Kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia sebagaimana yang telah ditegaskan dalam firman Allah SWT, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS Ali Imran [3]: 185).

Semoga kita meninggal dunia dalam keadaan Husnul Khotimah. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamin

4 Kenikmatan Di Balik Bencana


Dari Sahabat Umar Radiyallahu 'Anhu dia berkata:

Demi Allah, setiap kali aku tertimpa bencana, maka disitu selalu aku dapatkan empat nikmat dari Allah yaitu: pertama karena bencana itu tidak mengenai agamaku, kedua karena bencana itu tidak lebih berat dari padanya ketiga, karena bencana itu tidak menghalangi ridha Allah dan ke empat karena bencana itu aku berharap pahala dari Allah.




Menurut pandangan Umar Radiyallahu 'Anhu, bahwa didalam ujian/cobaan yang menimpa dirinya terkandung empat kenikmatan yaitu:

1. Ujian dan cobaan itu tidak menimpa terhadap agamanya karena cobaan yang menimpa agama, tentu lebih berat daripada cobaan yang menimpa pada badan dan harta.

2. Ujian dan cobaan itu tidak lebih berat dari pada cobaan sebelumnya yang telah menimpa dirinya.

3. Ujian dan cobaan itu tidak menghalangi keridhoan Allah swt kepadanya.

4. Ujian dan cobaan itu, membuat dia dapat berharap besar mendapatkan pahala disebabkan karena ujian yang telah menimpanya.

Sumber : Nashaihul 'Ibad

Thursday, January 30, 2014

Empat Perbuatan Baik yang Sulit Dilakukan Manusia


Sahabat Ali Karramallhu Wajhah berkata :
Seberat-berat amal perbuatan itu ada empat macam, yaitu:



1. memberi maaf ketika marah;
2. bermurah hati ketika fakir;
3. iffah (memelihara diri dari yang haram) ketika sendirian; dan
4. mengatakan sesuatu yang haq, baik kepada orang yang diseganinya maupun orang yang mengharapkannya.




Penjelasan :
1. Berkaitan dengan perihal marah, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
"Barangsiapa yang menahan amarahnya, maka Allah akan menahan adzab darinya."

"Barangsiapa yang menahan amarahnya, melapangkan dadanya, suka berbuat kebaikan, menyambung silaturrahim, dan menunaikan amanatnya, maka kelak pada hari Kiamat Allah s.w.t. akan memasukkannya ke dalam cahaya-Nya yang paling besar." (HR. Dailami)

2. Bersikap dermawan, walaupun ketika sdang dalam keadaan fakir dan kesulitan ekonomi.

3. Tetap bersikap iffah (menjaga diri untuk tidak terjatuh pada yang haram) ketika sedang sendirian. Orang yang 'afif adalah orang yang tetap berpegang teguh pada komitmen ketentuan syara'.

4. Ucapan yang hak kepada orang yang ditakutinya, seperti kepada seorang penguasa yang dzalim atau terhadap orang yang diharapkan ampunan atau pemberiannya. 

Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua khususnya saya sendiri agar menjadi manusia yang lebih baik daripada sebelum2nya. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Nashoihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani Al Jawi

Sepuluh Keutamaan dalam Menunaikkan Sholat

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bahwa beliau bersabda : "sholat adalah tiang agama, dan didalam sholat ada sepuluh hal yaitu: 


- menghiasi muka, 

- menerangi hati, 
- menyehatkan badan, 
- penghibur didalam kubur, 
- menyebabkan turunya rahmat, 
- kunci pembuka surga, 
- memberatkan timbangan, 
- disenangi Tuhan, 
- harga surga, dan 
- penghalang dari neraka. 


Barang siapa menegakanya berarti menegakan agama dan barang siapa yang mengabaikanya berarti merobohkan agama."




Mengenai shalat sebagai penghias dan penerang hati Nabi saw bersabda :
" shalat seseorang adalah penerang hatinya barang siapa diantara anda yang menghendakinya maka hendaklah meneranginya (dengan memperbanyak shalat)." HR Ad-Dailami.

Mengenai shalat mengandung hikmah kesembuhan badan Nabi saw bersabda : "Dirikanlah sholat karena sholat adalah obat/penyembuh." HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah

Nabi saw juga bersabda :
"sesungguhnya Allah apa bila menurunkan penyakit dari langit ke penduduk bumi maka Allah memalingkanya dari orang yang meramaikan masjid." HR, Al-Askari.

Diriwayatkan pula bahwa Nabi saw bersabda :
"barang siapa yang memelihara sholat wajib lima waktu maka baginya menjadi cahaya dan tanda serta keselamatan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang tidak memeliharanya maka baginya tidak mempunyai cahaya, tanda dan tidak pula keselamatan. Pada hari kiamat, dia bersama fir'aun, hanan, qarun, dan ubay bin khalaf." HR, Ibnu Nashr.

Sumber : Nashaihul 'Ibad

Friday, January 24, 2014

Kisah Islami - Paku di Tiang

Kali ini kukuh blog akan berbagi tentang kisah islami yang mengandung nilai religius. Sebenarnya cerita di bawah ini adalah renungan bagi kita semua yang penuh dengan dosa-dosa. Silahkan baca kisahnya dibawah ini.

Paku di Tiang

Beberapa waktu yang silam, ada seorang ikhwah yang mempunyai seorang anak lelaki bernama Mat. Mat membesar menjadi seorang yang lalai menunaikan seruan agama. Meskipun telah banyak berbuih ajakan dan nasihat, seruan dan perintah dari ayahnya agar Mat bersembahyang, puasa, zakat dan lain-lain, dia tetap meninggalkannya. Sebaliknya amal kejahatan pula yang menjadi rutinitasnya.

Suatu hari seorang ikhwah tersebut memanggil anaknya dan berkata, "Mat, kau ini sangat lalai dan terlalu banyak berbuat kemungkaran. Mulai hari ini aku akan tancapkan satu paku ke tiang di tengah halaman rumah kita. Setiap kali kau berbuat satu kejahatan, maka aku akan tancapkan satu paku ke tiang ini. Dan setiap kali kau berbuat satu kebajikan, sebatang paku akan kucabut keluar dari tiang ini". Ayahnya berbuat seperti mana yang dia janjikan, setiap hari dia akan memukul beberapa batang paku ke tiang tersebut. Kadang-kadang sampai berpuluh paku dalam satu hari. Jarang-jarang benar dia mencabut keluar paku dari tiang.

Hari silih berganti, beberapa purnama berlalu, dari musim hujan berganti kemarau panjang. Tahun demi tahun beredar. Tiang yang berdiri megah di halaman kini telah hampir dipenuhi dengan tusukan paku-paku dari bawah sampai ke atas. Hampir setiap permukaan tiang itu dipenuhi dengan paku-paku. Ada yang berkarat karena hujan dan panas. Setelah melihat keadaan tiang yang bersusukan dengan paku-paku yang menjijikkan tersebut, timbullah rasa malu. Maka dia pun beniat untuk memperbaiki dirinya. Mulai detik itu, Mat mulai sembahyang. Hari itu saja lima butir paku dicabut ayahnya dari tiang. Besoknya sembahyang lagi ditambah dengan sunnah-sunnahnya. Lebih banyak lagi paku tercabut. Hari berikutnya Mat tinggalkan sisa-sisa maksiat yang melekat. Maka semakin banyaklah tercabut paku-paku tadi. Hari demi hari, semakin banyak kebaikan yang Mat lakukan dan semakin banyak maksiat yang ia tinggalkan, hingga akhirnya hanya tinggal sebatang paku yang tinggal melekat di tiang.

Maka ayahnya pun memanggil anaknya dan berkata, "Lihatlah anakku, ini paku terakhir, dan aku akan mencabutnya sekarang. Tidakkah kamu gembira?" Mat merenung pada tiang tersebut, dia mulai menangis tersedak-sedak. "Kenapa anakku?" tanya ayahnya, "Aku menyangka kau gembira karena semua paku-paku tadi telah tiada". Dalam nada yang sayu Mat mengeluh, "Wahai ayahku, sungguh benar katamu, paku-paku itu telah tiada, tapi aku bersedih lubang-lubang dari paku itu tetap ada ditiang, bersama dengan karatnya".


Sesuatu yang dimuliakan, dengan dosa-dosa dan kemungkaran yang seringkali diulangi hingga akan menjadi suatu kebiasaan, dan kita mungkin bisa mengatasinya atau secara berangsur-angsur kita dapat menghapuskannya, tetapi ingatlah bahwa bekas yang ia tinggalkanya tidak akan hilang. Dari situ, bilamana kita merenungi untuk melakukan suatu kemungkaran, ataupun sedang berniat melakukan kemungkaran, maka berhentilah. Karena setiap kali kita bergelimang dalam kemungkaran, maka kita telah membenamkan sebilah paku lagi yang akan meninggalkan bekas lubang pada jiwa kita, meskipun paku itu kita cabut kemudiannya. Apa lagi kalau kita biarkan sampai berkarat dalam diri ini sebelum dicabut. Lebih-lebih lagilah kalau dibiarkan berkarat dan tak dicabut.